Heboh Jennifer Dunn Facial di Penjara, Begini Penjelasan Pihak Lapas

Wulan Noviarina Anggraini | 04 April 2018, 15:38 WIB
Heboh Jennifer Dunn Facial di Penjara, Begini Penjelasan Pihak Lapas

Kapanlagi.com - Baru-baru ini, foto Jennifer Dunn yang baru selesai facial viral di dunia maya. Publik pun bertanya-tanya, bagaimana caranya aktris yang akrab disapa Jedun itu bisa mendapatkan perawatan di dalam penjara. Terlebih kabar yang beredar adalah terapisnya didatangkan dari luar penjara dan kemudian mereka sempat foto bersama.

Ketika diminta konfirmasi tentang masalah ini, Ade Kusmanto, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tak membantah. Ia membenarkan bahwa di dalam penjara, para napi bisa melakukan perawatan karena termasuk dalam program.

"Itu kan program pembinaan. Ada menjahit, menyulam, merias. Ya, memang ada (salon). Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan memang seperti itu. Jadi untuk memberikan keterampilan pada mereka supaya mandiri bagi warga binaan lainnya. Kalau Jennifer, mungkin turut serta dalam kegiatan itu," ungkap Ade kepada wartawan, Rabu (4/4/2018).
Jennifer Dunn facial di salon tahanan ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoJennifer Dunn facial di salon tahanan ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Ketika disinggung soal terapis Jennifer Dunn yang disebut didatangkan dari luar penjara, Ade menjelaskan bahwa bisa jadi itu adalah staf pengajar. Karena untuk pembinaan, Lapas memang mendatangkan pengajar dari luar.

"Kan mereka perlu diajari. Mereka perlu ditutor, dibimbing. Tidak serta-merta mereka bisa. Memang dipanggil untuk mengajari cara memotong rambut, merias, makeup. Kan nggak bisa langsung jadi. Setelah bisa, mereka langsung mempraktekkan. Kalau ada program kegiatan dengan Dinas Sosial atau instansi terkait, mereka mendatangkan instruktur untuk mentransfer ilmu," jelas Ade.

Selain Jennifer Dunn, siapapun yang ada di dalam penjara bisa menggunakan salon tahanan. Ade menjelaskan bahwa semua tahanan bisa memanfaatkan layanan ini setiap hari.

"Di dalam itu, misalnya ada berapa ratus warga binaan. Ada yang pengen hari itu mau dirias rambutnya, wajahnya, ada yang pengen potong. Jadi dari mereka untuk mereka," terangnya.

Selain tahanan, petugas Lapas juga bisa menggunakan jasa salon ini. Selain para tahanan yang belajar, di salon ini juga ada banyak napi yang memiliki keterampilan salon.

"Misalkan sebelumnya pegawai salon. Karena kasus tertentu masuk ke dalam. Jadi kadang memang dia profesinya itu. Dari pihak Lapas menyediakan (fasilitas) itu untuk menampung talenta mereka," pungkasnya.

(kpl/abs/phi)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho