Hedi Yunus: Selewengkan Dana Bantuan Sama Dengan Binatang

Editor KapanLagi.com | 14 Juni 2006, 17:12 WIB
Kapanlagi.com - Hukuman pas bagi orang yang menilep dana bantuan korban bencana adalah hukuman mati. Pendapat itu dikemukan salah satau vokalis Kahitna, Hedi Yunus yang dijumpai usai mengisi acara di Ancol, saat dimintai komentar kabar adanya pungutan yang diperbuat oknum aparat di lokasi bencana.

Menurutnya perbuatan yang tidak pantas itu tak semestinya terjadi apalagi dilakukan oleh orang yang menjadi panutan untuk masyarakatnya. Bahkan penyanyi yang masih membujang ini mengutuk oknum-oknum yang menari-nari di atas penderitaan orang lain.

"Terkutuk ya orang-orang yang menyalahgunakan. Gila aja! Sekarang kalau misalnya masih juga, itu udah binatang bukan manusia," kecamnya.

Persoalan adanya dugaan penilepan dana bantuan bukan kali ini saja terjadi. Di mana bencana terjadi maka perbuatan tak terpuji tersebut kerap kali ada. Tak jarang pelakunya adalah aparat setempat yang ditugasi mendistribusikan bantuan kepada korban. Sebab itu, Hedi meminta pihak berwenang melakukan tindakan tegas bagi para pelaku sesuai undang-undang. Bahkan bila perlu sampai hukum mati.

"Saya mau diadili secara seadil-adilnya. Kalau misalnya dihukum mati, dihukum mati aja. Itu udah binatang, bukan rahasia lagi. Makanya banyak orang yang membuat acara untuk penanggulangan dana, tiba-tiba disalahgunakan, astagfirullahaladzim! Itu udah hina bangat, malah harusnya dihukum seberat-beratnya," tegas Hedi yang belakangan tengah sibuk promo album bersama Kahitna(kl/opa)