Hotman Paris Minta Model Yang Tabrak Ojek Online Tidak Mangkir Dari Tanggung Jawab

Tyssa Madelina | 17 April 2018, 15:00 WIB
Hotman Paris Minta Model Yang Tabrak Ojek Online Tidak Mangkir Dari Tanggung Jawab

Kapanlagi.com - Kasus tabrakan yang menimpa driver ojek online beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik. Pasalnya, setelah ditabrak oleh seorang model cantik, kaki sang driver terpaksa harus diamputasi. Salah seorang pengacara kondang Tanah Air, Hotman Paris Hutapea juga mengeluarkan statement tegas terkait kasus tersebut.

"Ayo masyarakat Indonesia membantu pengemudi ojek online yang kakinya diamputasi karena ditabrak oleh seorang model cantik. Sekarang model tersebut masih menghirup udara bebas, sedangkan si pengemudi mungkin sudah tidak bisa mencari nafkah lagi! Minta dukungan komentar di IG ini dari seluruh rakyat Indonesia," tulis Hotman Paris di akun Instagram.

Sepakat memilih jalur damai, keluarga korban dan pengemudi mobil akhirnya tak mau memperpanjang kasus tersebut. Namun sebagai gantinya, pengemudi mobil harus bertanggung jawab penuh terhadap biaya rumah sakit dan perawatan. Hotman pun menghimbau netizen Indonesia untuk ikut memantau perkembangan kasus tersebut.

Hotman meminta netizen ikut mengawasi perkembangan kasus tersebut. © KapanLagi.com/Budy SantosoHotman meminta netizen ikut mengawasi perkembangan kasus tersebut. © KapanLagi.com/Budy Santoso

"Salam dari ruang sidang pengadilan. Terkait pengemudi ojek online yang katanya kakinya diamputasi, saya perlu masukkan dari berbagai pihak. Apakah sudah ada santunan dari pihak yang menabrak? Apakah sudah berusaha memberikan santunan?" tanya Hotman Paris, melalui video yang ia unggah.

Lebih lanjut, Hotman juga mengingatkan apabila pelaku lari dari tanggung jawabnya, maka sudah seharusnya proses hukum kembali berjalan. Terlebih semua hal tersebut terjadi karena keteledoran, yakni pengemudi mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.

"Kalau itu tidak ada bukti dan dia tidak berusaha mendekati keluarga korban, maka saya ajak seluruh masyarakat seluruh Indonesia agar si pelaku cepat diproses secara hukum. Agar penyidikan bergerak cepat, agar bisa diadili. Karena keluarga korban lebih mementingkan santunan agar korban bisa tetap hidup," tutupnya.

(kpl/tmd)

Editor:  

Tyssa Madelina