Imbas Isu Pesugihan, 8 Karyawan Ruben Onsu Berhenti & Takut Dijadikan Tumbal

Galuh Esti Nugraini | Rabu, 13 November 2019 18:45 WIB
Imbas Isu Pesugihan, 8 Karyawan Ruben Onsu Berhenti & Takut Dijadikan Tumbal

Kapanlagi.com - Dikabarkan bahwa bisnis kuliner Ruben Onsu ini melakukan pesugihan. Merasa tak terima Ruben pun langsung melaporkan channel YouTube Hikmah Kehidupan. Dalam channel tersebut menyebut jika bisnis Ruben itu seolah-olah lakukan pesugihan agar bisnisnya laris manis.

Tak lama, channel Hikmah Kehidupan itu pun beri klarifikasi dan meminta maaf. Mendengar hal itu, Ruben juga telah berikan maafnya. Namun ia terlanjur menyerahkan perkara ini ke pihak berwajib.

Semuanya telah Ruben serahkan pada kuasa hukumnya untuk menangani, walau dirinya sudah memaafkan. Namun, ada saja imbas di balik perkara ini.

"Semua tim kuasa hukum saya yang tahu, karena dia yang pegang perusahaan saya juga, jadi dia tahu bagaimana, apa kerugian yang kami dapatkan. Dan segala kerugian saya lagi berusaha ikhlas aja. Cuma kan agak kurang enak ketika pemberitaan ini yang wah kesannya Ruben minta tumbal. Itu sih sedih. Ada beberapa karyawan kupingnya tipis jadi nerima itu yang mereka resign," ungkap Ruben Onsu saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

1 dari 2 halaman

1. Mengira Dijadikan Tumbal

Tak hanya itu, ada juga beberapa karyawannya yang merasa takut akan dijadikan tumbal. Menanggapi hal tersebut, Ruben pun hanya bisa pasrah dan ikhlas.

"Ada, ada lah. Jadi ada beberapa yang kuping tipis juga karyawan. Ada 7-8 orang karyawan beranggapan bahwa mereka dijadikan tumbal sama Ruben. Jadi ya, gimana ya? Ya enggak apa-apalah," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

2. Perasaan Ruben Onsu

Perasaan Ruben Onsu © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi
Bisa dibilang banyak masalah yang menimpa suami Sarwendah ini. Mulai dari kehidupannya yang diteror hal-hal mistis sampai kebakaran yang terjadi di salah satu gerai grepeknya.

Semua itu pun, Ruben jalani dengan apa adanya. Walau ia begitu lelah menghadapi semua ini.

"Memang sudah jalannya saya harus melewati ini dulu. Kalau dibilang capek saya capek, ngelewatinnya gini-gini saja. Cuma karena ini sesuatu yang bentuk akunnya nyata, jadi saya berhak untuk melaporkan," pungkasnya.

(kpl/far/gen)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑