Ingat Dibentak Nikita Mirzani, Elza Syarief Trauma Sampai Muntah-Muntah

Guntur Merdekawan | Rabu, 11 September 2019 15:55 WIB
Ingat Dibentak Nikita Mirzani, Elza Syarief Trauma Sampai Muntah-Muntah

Kapanlagi.com - Pertikaian yang terjadi antara Nikita Mirzani dan pengacara Elza Syarief hingga saat ini masih jadi bahan perbincangan publik. Bahkan, permasalahan mereka makin serius dan mulai masuk ke ranah hukum. Terbaru, Elza melaporkan janda 3 anak itu ke Bareskrim Mabes Polri.

Seperti diketahui, Elza dibentak-bentak oleh Niki ketika keduanya sama-sama diundang di program Hotman Paris Show. Dan meski kejadiannya sudah hampir dua minggu berlalu, rupanya Elza mengaku masih sakit secara psikis, seperti dilansir Liputan6.

"Perbuatan mereka itu membuat saya jadi korban, dan traumatik psikologisnya. Terus terang kalau saya mengingat kejadian itu luar biasa deh sakitnya," ungkap Elza tak bisa menahan air mata, dilansir dari tayangan Silet, Selasa (10/9).

 

1 dari 2 halaman

1. Muntah-Muntah Bikin Suami Takut

Parahnya lagi, Elza mengaku sampai muntah-muntah dan membuat suaminya ketakutan. Merasa kondisi psikologisnya terganggu, Elza mengaku akan menjalani pemeriksaan.

"Kalau ingat itu muntah-muntah, sampai suami ketakutan lihat saya muntah-muntah. Saya masih belum bisa mengatasi itu, kesedihan itu. Dan saya memang akan melakukan pemeriksaan psikologi sampai di mana trauma ini terjadi pada diri saya," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Percaya Hukuman Allah

Percaya Hukuman Allah Elza Syarief © KapanLagi/Budy Santoso
Elza percaya pada yang namanya karma. Menurutnya, Niki bakal mendapatkan ganjaran serupa karena hingga saat ini masih tertawa-tawa di atas penderitaan yang dirasakannya.

"Begitu tak punya hatinya dia, tapi saya percaya sama Allah semua akan ada waktunya, mereka akan dapat punishment dari Allah. Membuat orang sakit, dan mereka merasa enteng aja, 'Oh ini cuma berdebat saja'. Kalau lihat kejadian hampir dua minggu saya masih sakit, kok dia enggak merasakan, so sorry kek, apa kek," tutup Elza.

(lip/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑