Ini Alasan Ramzi Dukung MoU dan Deklarasi Anti Narkoba di Kalangan Artis

Ahmat Effendi | 25 Februari 2018, 13:15 WIB
Ini Alasan Ramzi Dukung MoU dan Deklarasi Anti Narkoba di Kalangan Artis

Kapanlagi.com - Masalah narkoba di dunia hiburan sudah cukup banyak dan semakin sulit diberantas. Dalam beberapa hari terakhir sejumlah nama mulai dari Fachri Albar, Roro Fitria, Dawiya dan Rizal Djibran tertangkap karena barang haram tersebut. Karena itu pihak berwajib dan sejumlah artis, manajemen artis dan produser membuat MoU untuk bersama-sama memberantas narkoba.

"Kalau dibilang mewakili artis-artis lain takutnya nggak mewakili. Tapi paling nggak gini, ini kejadian sangat positif yang diprakarsai Polres Jaksel. Temen-temen kita yang tertangkap bukan bisa-bisa atau manipulasi dari petugas. Semua teman kita yang ditangkep baik di rumahnya maupun di semua ada barang bukti. Jadi memang sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu gue dipanggil pak Wakapolres ngobrol-ngobrol, lokasi syuting banyaknya itu di Jaksel. PH-PH besar domisilinya banyaknya di Jaksel. Karena itu pihak Polres punya kepentingan untuk memfasilitasi, memprakarsai acara seperti ini. Jadi kalau ditanya di awal gue mewakili, semoga mewakili. Paling tidak gue harus mendukung acara seperti ini," jelas Ramzi di Polres Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Ramzi menjadi salah satu artis yang hadir dalam penandatanganan kesepakatan tersebut. Yang sempat heboh di dunia maya adalah adanya sanksi yang meminta artis mundur sebagai publik figur jika tertangkap karena narkoba. Meski demikian sanki tersebut akhirnya diubah dan bagi yang terkena masalah narkoba diminta melapor untuk rehabilitasi.

Ramzi jadi salah satu artis yang mendukung pemberantasan narkoba di dunia hiburan. cr: KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaRamzi jadi salah satu artis yang mendukung pemberantasan narkoba di dunia hiburan. cr: KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Kalau nggak salah hari Senin undangan pertama gue sempet dikirimin. Itu inget banget bangun tidur masih pagi-pagi banget bangun gue liat baru sepintas terus gue kirim ke salah satu grup. Ternyata reaksinya memang sangat luar biasa. Pas gue baca lagi emang ada kalimat yang kurang tepat. Kita seniman. Kita nggak ada pensiun. Nggak ada yang bisa ngestop kita jadi seorang seniman," katanya.

Sanksi awal untuk mundur tersebut memang memicu pro kontra. Meski demikian dukungan untuk gerakan pemberantasan narkoba terbilang cukup positif diberikan oleh pihak-pihak yang terkait.

"Kalau darah seniman kita masih ngalir sampai maut memisahkan kita seiring perkembangan waktu, itu tuh beritanya luar biasa. Akhirnya diganti, pada intinya, Terlepas ada kalimat itu atau tidak Polres Jaksel itu punya itikad baik untuk memberikan fasilitas. Untuk pengguna ini dan ada keuntungan yang mungkin belum kita ketahui bersama-sama," katanya.

Selain itu menurut Ramzi saat ini di tanah air telah ada Undang-Undang yang menangani masalah kecanduan untuk rehabilitasi. Permintaan pihak berwajib kepada selebriti pun telah sesuai dasar hukum dan bisa dilakukan.

"Sebenarnya yang harus kita ketahui bersama dari 2009 kalau tidak salah memang ada UU yang memberikan kita kesempatan untuk direhab. Jadi melapor untuk direhab. Kalau menyerahkan diri kan sama halnya dengan dihukum. Kalau ini tidak, direhab. Kalau kita pengguna, lapor ke pihak berwajib. Baik ke Polres maupun ke BNN, tolong bantu saya rehab. Terutama untuk publik figur ya. Karena publik figur kan memang seperti yang tadi saya bilang, publik figur itu sumber media. Sumber berita, dampaknya itu ke masyarakat luas. Pada para fans-fansnya. Dibantu, akhirnya menggugurkan proses hukumnya," tandasnya.

(kpl/far/sjw)

Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi