Ini Firasat Keluarga Sebelum Yanni Libels Meninggal Dunia

Helmi Romadhon | 25 Maret 2015, 21:25 WIB
Ini Firasat Keluarga Sebelum Yanni Libels Meninggal Dunia
Kapanlagi.com - Meninggalnya Yanni Libels karena serangan jantung tadi pagi memang cukup mengejutkan, terutama bagi keluarga dan para kerabatnya. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, rupanya keluarga sempat merasakan firasat yang tidak enak.

"Firasat karena dia (Yanni) ke Pangkal Pinang dalam rangka menghadiri pemakaman salah satu pegawai maskapai penerbangan yang ayahnya meninggal. Minta dianterin beliin baju putih lengan panjang. Udah bawa baju banyak tapi minta pakai baju putih aja. Ada hadiah ulang tahun yang hilang, beli dari Singapura. Itu saja sih firasatnya," tutur sang istri Ervie Yuniarti saat ditemui di rumah duka di Jl. H. Muhi 12 No.50, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada (25/3).

"Sebelum berangkat, tanggal 21 Februari pas dia ulang tahun itu udah nggak sakit, tapi dua hari setelahnya sakit lagi jantungnya. Kemarin itu ngerasain aneh, gimana ya, sebelum berangkat papi jantungnya sakit-sakit. Tegang gitu," ujar sang anak sulung Yanni, Elang.

Keluarga sempat mendapat firasat sebelum kematian Yanni Libels © KapanLagi®/Budy SantosoKeluarga sempat mendapat firasat sebelum kematian Yanni Libels © KapanLagi®/Budy Santoso

Sebelumnya, Yanni juga suka mengirim lirik-lirik lagu untuk sang istri. Lirik lagu itu juga sempat ia tuliskan di status facebook-nya. Berbeda dengan sang istri, sahabat Yanni, Ronny Sianturi yang juga membaca status facebook Yanni justru beranggapan itu mengenai tentang kesehatan.

"Di Facebook terakhir itu, 'Jangan kau jadikan aku...' Apa sih lagunya Tulus gitu. Terus selama aku di Bandung dia (Yanni) kirimin lagu," ucap Ervie sambil menangis.

"Kalau saya baca di statusnya kemarin tuh pokoknya hidup itu adalah sehat," sambung Ronny.

Penyanyi yang berjaya di era 90-an bersama grup vokalnya Trio Libels ini meninggal di bandara Soetta setelah melakukan perjalanan ke Pangkal Pinang. Meski sempat ditolong oleh tim medis bandara, namun nyawa Yanni tetap tak bisa diselamatkan.

(kpl/rhm/mhr)

Reporter:  

Nuzulur Rakhmah