Ini Harapan Marcell Siahaan Pada Pemerintahan Jokowi

Ratih Adiwardhani | 12 November 2014, 18:45 WIB
Ini Harapan Marcell Siahaan Pada Pemerintahan Jokowi
Kapanlagi.com - Sejak dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober lalu, masyarakat Indonesia termasuk kalangan musisi menaruh harapan pada pemerintahan Jokowi. Begitu juga dengan musisi Marcell, yang berharap bahwa pemerintahan Jokowi akan membawa perubahan positif bagi industri kreatif.

"Industri kreatif kalo saya berharap untuk masalah regulasi, terutama penanganan untuk proteksi industri kreatif lebih baik. Saya pengen undang-undang lebih mumpuni, lebih komprehensif, bisa menangani semua lebih baik dari segala sisi. Sekaligus juga untuk memotivasi industri-industri kreatif, supaya bener sadar mereka punya hak, tapi mereka juga punya kewajiban. Kadang-kadang ada beberapa pelaku industri kreatif yang memang mereka tidak mau peduli dengan hak-haknya, ketika hak-haknya sudah dilanggar, mereka baru marah-marah. Jangan gitu juga," jelas Marcell saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Marcell Siahaan © Kapanlagi.com/BusanMarcell Siahaan © Kapanlagi.com/Busan

Selain menaruh harapan pada pemerintahan Jokowi, pelantun Firasat ini juga menyampaikan harapannya bagi sosok Jokowi secara pribadi. "Pak Jokowi, sehat yang penting, karena buat saya orang sehat itu, sehat dulu, kalo udah sehat orang pasti waras, orang kalo udah waras pasti mikirnya enak, mikirnya segala macam lancar. Dan kita harus dukung Pak Jokowi untuk menjalani proses berpolitik, berkehidupan berbangsa dan bernegara, karena tidak mudah menjadi beliau," urainya.  

Tak hanya menyoroti pemerintahan Jokowi, Marcell juga berharap masyarakat Indonesia lebih pandai dalam menyampaikan kritik pada Jokowi dan kabinetnya. Meski saat ini akses sosial media sudah semakin mudah, namun Marcell tidak setuju jika ada menteri yang dibully di sosial media.  "Saya nggak setuju (bullying di sosial media). Walaupun menterinya geblek oke, saya terima. Tapi bukan begitu caranya, ada salurannya. Kita harus menghormati mereka. Gimanapun itu presiden, gimanapun juga itu menteri, kita harus sopan, kita harus ada caranya. Jadi nggak cuma teriak-teriak, bully-bully di sosial media. Come on, nggak akan menyelesaikan apa-apa. Jangan berusaha mengubah negara, apalagi dunia dengan jempol. Nggak ada gunanya. Just do something yang lebih appropriate. Lebih layak," tutup Marcell.

(kpl/uji/rth)

Reporter:  

Puji Puput