Ini Sebab Bayi Indra Bekti Dilahirkan Prematur & Meninggal Dunia

Ahmat Effendi  | 01 Februari 2017, 10:12 WIB
Ini Sebab Bayi Indra Bekti Dilahirkan Prematur & Meninggal Dunia

Kapanlagi.com - Di usianya yang baru 22 minggu atau 5 bulan, istri Indra Bekti yaitu Aldila Jelita sempat melahirkan anak ketiganya. Sayang si kecil tidak mampu bertahan untuk hidup, dan meninggal dunia tadi malam, Selasa (31/01/2016). Indra pun menceritakan penyebab anaknya meninggal dunia yaitu karena sang ibu menderita infeksi saluran kandung kemih.

"Jadi ternyata setelah kemarin 10 hari (Dilla) dirawat (karena infeksi saluran kencing) ya di Brawijaya sempat pulang. Jadi pas dirawat yang ditemukan ada bakteri yang nggak kunjung sembuh-sembuh. Itu ngebuat rahimnya terbuka. Supaya mencegah bayinya prematur (rahim) itu dijahit," ujar Indra Bekti di kediamannya, Jalan Kenanga No 10, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (01/02).

Berbagai penanganan sempat dilakukan oleh dokter untuk menyelamatkan ibu dan anak tersebut. Namun ketika pulang dari perawatan, infeksi yang dialami oleh Adila semakin mengganas, sementara obat yang masuk tidak boleh terlalu kuat demi sang buah hati.

"Sempat udah reda, akhirnya demam lagi kemudian pulang Rabu. Rabu pulang, Kamis di rumah panas lagi Dillanya, Jumat kita bawa lagi ke RS lg. Ternyata demam panas tingggi lagi reda lagi, ntar demam lg. Si bakterinya tak kunjung hilang karena dosis obatnya dikasih dosis yang aman untuk bayi. Dicek bayinya sehat, tapi Dilla pendarahan terus," tuturnya.

Indra Bekti kehilangan anak ketiganya. ŠKapanLagi.com/Mathias PurwantoIndra Bekti kehilangan anak ketiganya. ŠKapanLagi.com/Mathias Purwanto

Dokter sempat melihat ada kejanggalan dalam proses penyembuhan Adila Jelita. Karena itu mereka mengambil keputusan untuk melakukan operasi caesar demi menyelamatkan salah satu dari istri atau anak Indra.

"Akhirnya pas hari Selasa kemarin saya ditelepon dokter, sepertinya harus dilahirkan. Kenapa Dok? Kita harus cari cara Pak, ternyata bakterinya yang nggak kunjung hilang mengganas karena dari infeksi saluran kemihnya itu sudah menjalar ke mana mana," ujarnya.

Infeksi yang dialami oleh Dilla berpengaruh besar ke janin hingga si kecil harus minum air ketuban yang kotor. Karena itu dokter memutuskan untuk melakukan operasi, dan putra Indra yang diberi nama Kenward Athar Indrabekti tersebut sempat bertahan selama 23 menit sebelum meninggal dunia.

"Akhirnya bikin Dilla panas demam tinggi, terus bayinya nyundul-nyundul terus karena sudah diikat dan dijahit masih bertahan kan bayinya. Tapi nggak baik juga untuk bayinya karena air ketubannya menguap, si bayinya minum air ketuban terus kan itu air kotor, dari segi bayi udah mulai nggak bagus," ungkapnya.

"Ini harus diselamatkan karena kalau bayinya nggak ilang-ilang akan begitu terus dan akan bahaya buat dua-duanya. Ini harus dikorbankan salah satu dan harus dilahirkan, saya cukup shock dan dari titik lokasi saya langsung naik motor menuju lokasi," tandasnya.

(kpl/pur/sjw)

Reporter:  

Mathias Purwanto.