Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Inilah yang Membuat Bisnis Diana Puspita Bertahan di Tengah Pandemi

Helmi Romadhon   | Selasa, 02 November 2021 15:55 WIB
Inilah yang Membuat Bisnis Diana Puspita Bertahan di Tengah Pandemi
Diana Puspita © Istimewa

Kapanlagi.com - Sebagai pelaku bisnis, Diana Puspita juga ikut merasa tercekik saat pandemi. Seperti yang kita ketahui, Diana beberapa waktu ini pemain sinetron Catatan Harian Aisha itu telah membuka kedai kopi bernama Living Room yang berada di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

Diana mengakui bahwa dampak pandemi begitu nyata pada bisnisnya. Namun tantangan yang harus ia hadapi bukan hanya masalah pemasukan. Ia harus dihadapkan dengan masalah-masalah lain.

"Menangis ya. Tapi dengan adanya perayaan satu tahun ini mengingatkan betapa kuatnya tim kami melewati PPKM. Banyak banget tantangannya, selain PPKM, banyak (karyawan) yang sakit juga," kata Diana di kedai kopi miliknya bernama Living Room, saat merayakan 1 tahun pembukaannya, baru-baru ini. 

1. Semangat

Gambar

Mau tak mau, Diana harus rela merogoh uang pribadinya untuk menjaga kedai kopi miliknya tetap beroperasi. Ia bahkan mengaku sempat membayar gaji karyawan dari dompetnya sendiri. Namun ada hal yang membuat Diana tetap semangat. Apa itu?

"Alhamdulillah-nya, ketika saya tahu banyak customer yang menanti kami buka, jadi kayak menguatkan saya dan tim untuk fight terus. Walau kesandung-sandung, tapi ingat tujuan kami," paparnya.

2. Berkembang

Gambar

Diana pun masih tetap semangat karena yakin pada prospek kedai kopi ke depannya. Ia berencana untuk membuka cabang kedua untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan juga mendekatkan diri pada konsumen.

"Meski pandemi tetep harus buka cabang, buka lapangan baru. Terus bisa membuat customer yang mau coba, biar bisa lebih dekat ke mereka. Rencana di tangerang selatan. Karena banyak banget pecinta kopi di sana. Mudah-mudahan bisa terwujud," lanjutnya.

Di akhir penjelasannya, Diana juga menjelaskan tentang konsep kedai kopi miliknya. "Pokoknya kalau masuk sini seperti masuk ke rumah sendiri. Karena sekarang kopi bukan sekadar tren, tapi bagian dari keseharian. Kayak ada yang kurang kalau nggak ngopi," pungkasnya.

Editor:   Helmi Romadhon