Irwansyah Klarifikasi Soal Tuduhan Dugaan Penggelapan Dana Perusahaan Oleh Medina Zein

Jum'at, 27 Maret 2020 17:55 WIB
Irwansyah Klarifikasi Soal Tuduhan Dugaan Penggelapan Dana Perusahaan Oleh Medina Zein

Kapanlagi.com - Setelah cukup lama diam, Irwansyah akhirnya buka suara terkait tuduhan penggelapan uang oleh Medina Zein. Melalui instagram pribadinya, istri Zaskia Sungkar ini membeberkan apa yang sebenarnya terjadi pada bisnisnya itu. 

Dari klarifikasi yang ditulis oleh Irwansyah di instagramnya, perusahannya yang bernama PT Bandung Makuta yang dirikan pada tanggal 26 Januari 2017 itu dimiliki bersama oleh 6 orang. 

Mereka adala Laudya Chintya Bella, Irwansyah, Hafiz Khairul Rijal, Medina Zein, Zaskia Sungkar, dan Fitra Olid Joanda yang setiap orang memiliki nilai saham masing-masing. 

Dari keenam pemilih saham, Laudya Chintya Bella menjadi yang tertinggi dengan kepemilikian saham sebesar 30% dan 20% masing-masing milik Irwansyah, Medina Zein, dan Khairul Rijal. Serta 10% sisanya dibagi dua, 9% miliki Zaskia Sungkar, dan 1% milik Fitra olid Joanda. 

1 dari 2 halaman

1. Perusahaan Bukan Miliki Medina Zein Seorang

Dalam pers rilisnya itu, Irwansyah menjelaskan jika perusahan PT Bandung Makuta itu bukanlah milik Medina Zein seorang, melainkan 6 orang tersebut. Ia juga menjelaskan ke mana perginya uang sebesar Rp1,9 miliar itu. 

"Dengan komposisi di atas. Tidak benar jika ada asumsi bahwa PT Bandung Bandung Berkah Bersama atau (Bandung Makuta) milik seorang diri Medina Zein. Ini adalah perusahaan milik bersama. Medina Zein salah satu pemilik saham dari 6 orang pemilik saham," tulis Irwansyah.

2 dari 2 halaman

2.

Sebelumnya, Medina Zein melaporkan Irwansyah ke Polrestabes Bandung soal adanya dugaan penggelapan dana dalam bisnis bersama. Dan saat ini, kasus tersebut sudah naik ke status penyidikan. 

Pihak Irwansyah, Laudya Chintya Bella, dan sang istris Zaskia Sungkar juga sudah mendapat surat panggilan Polrestabes Bandung. Namun masih belum bisa ia hadiri karena beberapa alasan yang memang tak bisa ditinggalkan, dan juga ada imbauan dari pemerintah terkait pandemi corona yang melanda Indonesia. 

(kpl/dwn)