Istana Bantah Nikah Ibas - Aliya Telan Belasan Milyar

Darmadi Sasongko | 25 November 2011, 16:29 WIB
Istana Bantah Nikah Ibas - Aliya Telan Belasan Milyar
Kapanlagi.com - Penasihat Panitia Pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) - Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya) yang juga Sekretaris Kabinet, Dipo Alam memastikan bahwa biaya pernikahan putera bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan puteri Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berasal dari keluarga dan tidak menggunakan uang negara.

"Tidak benar juga biaya pernikahan itu mencapai Rp12 miliar atau Rp20 miliar seperti yang didesas-desuskan di media dan Internet," katanya di Jakarta, Jumat (24/11/2011).

Pernyataan Dipo itu menepis tudingan bahwa pernikahan Ibas dan Aliya itu sangat mewah dengan menghabiskan biaya belasan miliar yang ramai dibicarakan.

Dipo Alam mengatakan, sebagai seorang presiden, SBY berhak menikahkan puteranya di Istana Cipanas sebagaimana dulu akad nikah putra sulung Agus Harimurti Yudhoyono dengan artis Annisa Pohan yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat.

Presiden Yudhoyono, katanya, bahkan tetap menggelar rapat kabinet terbatas di sela-sela kesibukannya menikahkan puteranya di Istana Cipanas. Saat akad nikah berlangsung hari Jumat, tidak seluruh menteri kabinet hadir karena dilakukan pengaturan agar ada menteri yang datang pada akad nikah dan ada menteri yang hadir pada resepsi pernikahan di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (26/11/2011).

"Ini supaya pemerintahan dan pekerjaan para menteri tetap berjalan, bahkan yang datang ke Cipanas pun setelah akad nikah jam 12.00 sudah bisa bekerja kembali," katanya.

Presiden sendiri yang baru tiba dari kunjungan ke Honolulu, KTT ASEAN di Bali, tidak ada istirahatnya, terus bekerja untuk negara. SBY yang tengah melaksanakan kewajibannya sebagai orang tua menikahkan anaknya pun tetap menjalankan tugasnya dengan berkoordinasi dan menggelar rapat dengan para menteri dan pejabat lainnya.

"Tidak benar kalau ada yang bilang semua menteri bolos," tegas Dipo.  (antara/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko