Jadi Pembasmi Hantu, Ratna Listy Ingin Lindungi Keluarga Dari Jin Kafir

Guntur Merdekawan | 22 Maret 2018, 11:35 WIB
Jadi Pembasmi Hantu, Ratna Listy Ingin Lindungi Keluarga Dari Jin Kafir

Kapanlagi.com - Setelah lama tak muncul di layar kaca, kini penyanyi, artis, sekaligus host senior, Ratna Listy menekuni profesi baru. Ia memang masih tetap nyanyi, namun di sisi lain juga menjadi seorang ghostbuster alias pembasmi hantu. Ratna menyebutnya sebagai praktik pengobatan.

Tak bisa dipungkiri jika nama Ratna besar karena karirnya di dunia tarik suara. Maka dari itu, Ia tak ingin melepaskan hobi yang sangat dicintainya itu. Meski jarang on-air, namun pelantun Tinta Merah itu masih tetap mengisi acara-acara off-air.

"Ini sudah panggilan jiwa saya menyukai hal-hal gaib. Dan bernyanyi adalah hobi saya dari dulu. Sama halnya dengan pengobatan, saya akan melakukan pengabdian pada masyarakat melalui 2 bidang ini (pengobatan dan nyanyi)," ujar Ratna ketika dihubungi oleh tim KapanLagi.com® melalui Whatsapp, Kamis (22/3).

Ratna kini seorang ghostbuster! / Credit: Dokumentasi PribadiRatna kini seorang ghostbuster! / Credit: Dokumentasi Pribadi

Job baru Ratna sebagai ghostbuster memang bisa dibilang unik. Namun alih-alih ilfeel, fans malah semakin terpukau dengan kemampuan lain dari idolanya tersebut. Dan Ratna sendiri juga paham betul jika job-nya itu masih sangat langka, terutama untuk kalangan wanita.

"Kenapa mesti takut (ditinggal fans)? Kenyataannya justru banyak fans yang kagum. Karena selain bisa menghibur saya juga bisa mengobati, dan inilah pengabdian saya pada masyarakat," sambungnya.

"Ini yang unik. Saya mau tampil beda (sebagai ghostbuster wanita) dan menunjukkan bahwa wanita juga kuat. Wanita juga harus bangkit melawan kedzaliman. Karena wanita adalah ibu yang selalu dekat dengan anak-anaknya. Karena itu saya terinspirasi untuk menjaga anak-anak saya, juga keluarga saya dari gangguan jin kafir/jahat. Minimal saya tidak perlu mencari orang lain untuk membantu keluarga saya," pungkas wanita berusia 44 tahun ini.

(kpl/bus/gtr)

Editor:   Guntur Merdekawan