Jaksa Tuntut Zul Zivilia Dihukum Seumur Hidup, Istri Menangis Sesenggukan

Sanjaya Ferryanto | Senin, 09 Desember 2019 19:31 WIB
Jaksa Tuntut Zul Zivilia Dihukum Seumur Hidup, Istri Menangis Sesenggukan

Kapanlagi.com - Setelah tujuh kali ditunda, akhirnya surat tuntutan untuk terdakwa Zul Zivilia dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (8/12). Atas perbuatan Zul yang mengedarkan narkoba, Jaksa menuntut Zul hukuman penjara seumur hidup.

"Berdasar fakta persidangan dan keterangan terdakwa sendiri, serta barang bukti di persidangan. Maka kami minta Zulkifli atau Zul dihukum penjara seumur hidup," kata Jaksa Penuntut Umum.

Mendengar itu, tangis Retno Paradina, istri Zul, pecah. Di ruang sidang ia terus menangis sesenggukan seraya memegang tisu. Sementara itu, dua orang yang diduga merupakan komplotan Zul, yakni Harun Rasyid alias Andu dan wanita bernama Deviyanti juga dituntut penjara seumur hidup.

 

1 dari 2 halaman

1. Dipersilahkan Membuat Nota Pembelaan

Dipersilahkan Membuat Nota Pembelaan Kapanlagi/Dadan Deva
Sedangkan Muhammad Hendriawan alias Rian dituntut hukuman mati karena menjadi otak atau kordinator peredaran sabu yang bisa merusak generasi bangsa. Zul cs pun dipersilahkan hakim untuk membuat pledoi atau nota keberatan atas tuntutan jaksa pada sidang selanjutnya.

Sebagaimana diketahui penangkapan Zul berawal dari terciduknya tiga orang bandar narkoba berinisial MB, RSH, MRM di Hotel Harris, Jalan Boulevard ,Kelapa Gading, Jakarta Utara.

2 dari 2 halaman

2. Dikenakan Hukuman Seumur Hidup

Dari penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan menangkap Rian, Andu, dan Zul di Apartemen Gading River, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 9,5 kilogram sabu dan 24.000 butir ekstasi yang akan diedarkan. Setelah mereka ditangkap, menyusul wanita bernama Deviyanti yang ditangkap di Semarang.

Para terdakwa tersebut dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(kpl/dan/frs)


Reporter:  

Dadan Deva

↑