Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Jalan Terjal Sandiaga Uno yang Tak Banyak Diketahui Publik, Pernah Di-PHK - Berbulan-Bulan Tak Dapat Klien

Tantri Dwi Rahmawati   | Senin, 05 Juli 2021 11:27 WIB
Jalan Terjal Sandiaga Uno yang Tak Banyak Diketahui Publik, Pernah Di-PHK - Berbulan-Bulan Tak Dapat Klien
Sandiaga Uno (Credit: instagram.com/sandiuno)

Kapanlagi.com - Sandiaga Uno selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses. Tak hanya itu, ia juga duduk di kursi Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif. Untuk sampai di masa kejayaannya seperti sekarang, rupanya bukan lah hal yang mudah bagi Sandi.

Ya, barang kali tak banyak yang tahu betapa Sandi sempat di-PHK. Kala itu, dunia sedang dilanda krisis. Ia yang bekerja di luar negeri itu pun harus pulang ke Indonesia.

“Saya juga pernah di PHK. Saat itu tahun 1997, disaat dunia memang sedang dilanda krisis yang sangat dalam. Saya bekerja di sebuah perusahaan di luar negeri, terpaksa harus kembali ke Indonesia dengan kondisi bekal di dompet yang semakin tipis. Saya termotivasi untuk tetap bangkit atas semangat yang diberikan istri saya,” kenang Sandi dalam webinar HUT BNI pada Minggu (4/7).

1. Tak Dapat Klien

Gambar

Yang menarik, ia memulai usaha dari nol. Berbekal keahlian mengutak-atik laporan keuangan, ia pun mulai dari konsultan keuangan. Untung tak diraih cepat, berbulan-bulan ia tak mendapat klien.

“Baru pada bulan ke-4, saya mendapatkan konsumen pertama saya. Saya sangat bersyukur saat itu. Saya memulainya bersama teman-teman dekat saya. Dan sekarang dari seorang yang di PHK, saya dapat membangun bisnis yang menghidupi 30.000 orang," lanjutnya.

2. Harus Berjuang

Dari kepedihan menjadi korban PHK dan kemudian bangkit itu, Sandi memberikan saran bagi setiap warga +62 yang menjadi korban PHK atau sedang berjuang memulai usaha.

Pertama, cara memilih usaha yang cocok. Kedua, Bagaimana mendapatkan modal. Ketiga, bagaimana agar menjadi pengusaha sukses. Keempat, Kapan memulai usaha. Kelima, bagaimana menghadapi kegagalan atau kegalauan.

“Saya ingin tegaskan. Tidak ada sukses yang instan. Saya 20 tahun mengalami pasang surut. Tidak mungkin selalu di atas. Kuncinya, ketika sedang diatas, kita wajib bersyukur. Kalau kita lihat ke bawah, berikan empati. Nah, ketika sedang di bawah, kita bersabar, agar termotivasi. Untuk melompat lebih tinggi kita harus mengerti bahwa tidak ada yang instan,” katanya.

Editor:   Tantri Dwi Rahmawati