Jalani Sidang Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Santai Ditemani Kopi Hitam Manis

Tyssa Madelina | Senin, 06 Agustus 2018 16:00 WIB
Jalani Sidang Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Santai Ditemani Kopi Hitam Manis

Kapanlagi.com - Kedatangan Ahmad Dhani memang sudah ditunggu oleh awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menghadiri sidang lanjutan ujaran kebencian pada Senin (6/8). Sekitar pukul 13.30 WIB, Ahmad Dhani bersama tim pengacaranya, mantap melangkah ke ruang sidang utama dengan blankon dan satu hal yang menarik perhatian, yaitu secangkir kopi hitam.

"Emang setiap hari saya minum kopi item," ujarnya di ruang sidang sebelum sidang dimulai seraya menebar senyum.

Menariknya, kopi hitam yang dibawa dari pintu masuk hingga ke dalam ruang sidang ternyata dibelinya di warung sebelah. Terlebih lagi, kopi hitam tersebut memang tidak terlihat spesial, justru sama seperti yang disediakan di warung pinggir jalan.

1 dari 3 halaman

1. Terbiasa Kopi Instan

Terbiasa Kopi Instan © KapanLagi.com/Akbar Prabowo Triyuwono
"Beli di warung sebelah. Makannya di kafe, minum kopinya di warung," ucapnya sambil terus melanjutkan menyeruput kopi hitamnya.

Meminum kopi di ruang sidang memang hal yang unik, suami Mulan Jameela ini pun membocorkan kopi favoritnya yang biasa ia minum. Uniknya lagi, kopi hitam yang diteguknya hari ini ternyata kopi instan dan rasanya pun tidak pahit.

"Manis. Saya sebenernya ada, tapi merek ya, kopi instan lah, saya mau coba tidak instan tapi susah," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

2. Merasa Tidak Bersalah

Merasa Tidak Bersalah © Bintang
Seperti yang kita ketahui, Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka gara-gara status di Twitter yang dianggap menyebarkan kebencian. Postingan Dhani di Twitter yang membuatnya menjadi tersangka ini adalah kicauan berikut:

'Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu di ludahi muka nya - ADP'

Kini kasus tersebut sudah P21 atau berkas perkara dinyatakan lengkap. Sementara itu kuasa hukum Dhani, Ali Lubis, mengaku menerima semua proses hukum ini. Namun kliennya tetap merasa tidak bersalah karena cuitan tersebut.

"Karena dari awal tweetnya Mas AD sama sekali tidak mengandung unsur SARA sebagaimana ketentuan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Bahkan sampai saat ini saya pun masih menanyakan apa legal standing dari si Pelapor dalam melaporkan Mas AD. Terlebih lagi dalam tweet Mas AD juga tidak ada sebut nama atau golongan apapun," jelasnya.

3 dari 3 halaman

3. Tidak Ditahan

Tidak Ditahan © Bintang
Selama menajalani pemeriksaan, Dhani diceritakan selalu kooperatif dan taat. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto lalu menjelaskan alasan kenapa ayah dari Al El dan Dul itu masih belum ditahan hingga saat ini.

"Kami tidak menahan (Dhani) selama ini. Kami nanti akan melakukan pemanggilan kepada tersangka dan berkoordinasi dengan JPU, kapan mereka bisa. Proses penahanan ada waktu. Kemudian proses pembuktian agak lama, jadi kami memerlukan ahli, forensik, di kantor lain dan proses penahanan malah habis waktu sehingga kami harus mengeluarkan tersangka dari tahanan. Kami ambil kesimpulan tidak ditahan," pungkas Mardiaz.

(kpl/apt/tmd)


↑