Joko Anwar Lebih Bisa 'Bersuara' di MFI Daripada di BP2N

Rita Sugihardiyah | 15 April 2007, 07:24 WIB
Kapanlagi.com - Sutradara muda Joko Anwar mengaku alasannya mundur dari kepengurusan Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) masa bakti tahun 2007-2009 adalah karena ia lebih dapat "bersuara" di Masyarakat Film Indonesia (MFI) daripada di BP2N.

"Dari segi pribadi saya lebih bisa bersuara di MFI. Dari segi profesionalisme, saya diundang masuk ke organisasi yang serius, bentukan Pemerintah tapi kurang adanya koordinasi," kata Joko lewat pembicaraan telepon dengan ANTARA di Jakarta, Jumat (13/04).

Selain itu, lanjut Joko, alasannya menolak pencalonannya di BP2N adalah karena MFI telah mengambil sikap untuk meminta agar Pemerintah membekukan BP2N dan Lembaga Sensor Film (LSF) karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Tiga orang calon anggota BP2N menolak pelantikan yang dilakukan tanggal 5 April yang lalu adalah Joko Anwar, Paquita Widjaya dan John Badalu.

Selain BP2N dan LSF, menurut Joko, MFI juga melakukan boikot terhadap Festival Film Indonesia (FFI) yang dianggap memenangkan film yang melanggar karya cipta.

Sutradara film JANJI JONI itu sedang meluncurkan film keduanya berjudul KALA yang akan menginjak gedung bioskop seluruh Indonesia serentak tanggal 19 April yang akan datang. (*/rit)

Editor:  

Rita Sugihardiyah