#KapanKaryaBicara, JK Rowling Temukan Kesuksesan Setelah Ditolak Sana Sini

Sanjaya Ferryanto | 22 Januari 2018, 17:30 WIB
#KapanKaryaBicara, JK Rowling Temukan Kesuksesan Setelah Ditolak Sana Sini

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal dengan sosok J.K. Rowling? Mungkin kamu tak familiar dengan wajah atau namanya, namun karyanya, serial Harry Potter sudah pasti kamu kenal. Ya, Rowling adalah kreator dari sosok Harry.

Total ada 7 novel Harry Potter yang diterbitkan oleh Rowling pada medio 1997 hingga 2007. Selain itu, Rowling juga dikenal dengan karyanya seperti The Cuckoo's Calling, The Silkworm dan Career of Evil dimana dirinya memakai nickname Robert Galbraith. Bahkan buku keempatnya, Lethal White sedang dipersiapkan untuk dirilis.

Rowling pun ditasbihkan oleh Forbes pada tahun 2004 sebagai miliuner pertama yang kaya raya karena menulis buku. Pada tahun 2007, Sunday Times Rich List memperkirakan kekayaan Rowling sebesar 650 juta Poundsterling atau sekitar 12 triliun rupiah.

J.K. Rowling © Business InsiderJ.K. Rowling © Business Insider

Namun jalan Rowling dalam membuat Harry Potter menjadi sesukses sekarang rupanya tidak gampang. Dirinya malah harus berhadapan dengan kepahitan hidup yang bermacam-macam sebelum akhirnya bisa menerbitkan novel fenomenal tersebut.

Mulai dari kesedihan saat sang ibu meninggal, depresi dan mempunyai kemungkinan untuk bunuh diri, kegagalan pernikahan yang mengakibatkan dirinya menjadi single parent, hingga sempat ditolak oleh 12 penerbit saat akan menerbitkan novelnya. Namun perjuangan Rowling rupanya terbayar hanya dengan satu novel yang ditulisnya secara serius.

Pada tahun 1995, Rowling menyelesaikan skrip awal dari Harry Potter and the Philosopher's Stone menggunakan mesin ketiknya. Christopher Little Literary Agents yang menaungi Rowling setuju untuk membantu mencarikan penerbit untuk bukunya tersebut. 12 penerbit didatangi dan dikirimkan naskah tersebut, semua menolaknya dengan alasan yang tak dipublikasikan, seperti diceritakan oleh The Scotsman.

J.K. Rowling © jkrowling.comJ.K. Rowling © jkrowling.com

Hingga setahun setelahnya, Rowling mendapatkan angin segar setelah rumah penerbit Bloomsbury setuju untuk menerbitkan bukunya. John Lawless dari NZHerald mengatakan jika Rowling harus berterima kasih kepada sosok Alice Newton. Dia adalah anak dari bos Bloomsbury, yang memberikan skrip Harry Potter untuk dibaca oleh Alice. Diluar dugaan, Alice ternyata menyukainya, bahkan meminta skrip lain setelah dirinya selesai membacanya.

Juni 1997, Harry Potter and the Philosopher's Stone akhirnya diterbitkan dengan sekitar 1000 kopi, dimana 500 kopi diantaranya didistribusikan ke perpustakaan. 5 bulan setelahnya, novel ini memenangkan penghargaan pertamanya, Nestlé Smarties Book Prize. Februari setelahnya, novel ini memenangkan British Book Award untuk kategori Children's Book of the Year.

Setelah sukses dengan Harry Potter, tentunya Rowling tak berhenti berkarya. Dirinya menciptakan serial lainnya, yaitu Cormoran Strike dimana dirinya memakai identitas lain (pseudonym) dengan nama Robert Galbraith sebagai penulis. Buku ini bahkan juga sudah dibuat adaptasinya dalam bentuk serial televisi.

Kisah Rowling seakan menjadi bukti jika kerja keras tidak akan pernah bohong. Siapapun yang berusaha sekuat tenaga untuk menggapai mimpi dan cita-citanya, sudah pasti dirinya akan mendapatkan hasil yang luar biasa pula. Jadi, sudah siap untuk memulai kisah inspiratifmu sendiri?

(kpl/frs)

Editor:  

Sanjaya Ferryanto