Keberatan Salmafina Sunan Curhat Eksklusif di Acara TV, Sunan Kalijaga Lapor KPI

Wulan Noviarina Anggraini | Sabtu, 20 Juli 2019 10:38 WIB
Keberatan Salmafina Sunan Curhat Eksklusif di Acara TV, Sunan Kalijaga Lapor KPI

Kapanlagi.com - Kemarin, Jumat (19/7) Sunan Kalijaga mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia di kawasan Djuanda, Jakarta Pusat. Ia melaporkan tayangan Rumpi No Secret yang dibawakan oleh Feny Rose yang telah melakukan wawancana eksklusif dengan putrinya, Salmafina Sunan soal pindah agama dan beberapa pengakuan lainnya baru-baru ini.

Sunan Kalijaga keberatan dengan isi tayangan tersebut. Ia pun menyayangkan penayangan acara itu tanpa izin darinya selaku orangtua dari Salmafina.

"Tidak ada izin dari kami selaku orangtua, lalu tidak ada konfirmasi untuk tayang. Karena ini bukan acara live, acara yang bisa diedit. Ketika si narsumnya ada hal-hal yang dirasa atau perihal keberatan (bisa lapor). Maka dengan ini, alhamdulillah tadi saya sudah resmi, didampingi kuasa hukum, mengadukan apa yang menjadi keberatan saya sebagai orangtua Salma," ujar Sunan Kalijaga.

1 dari 2 halaman

1. Berpotensi Menimbulkan Kegaduhan

Berpotensi Menimbulkan Kegaduhan Salma di Acara Rumpi No Secret © youtube/transtvofficial
Kuasa hukum Sunan Kalijaga, Agustinus Nahak menambahkan bahwa aduan mereka ke KPI sudah diterima dengan baik. Menurutnya, acara Rumpi tidak bermanfaat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Dan itu sudah terjadi. Karena ada potensi isu SARA di dalam situ. Ini yang sangat sensitif dan seharusnya tidak ditayangkan. Di situ juga ditanyakan bagaimana bunuh diri, poligami. Followers Salma itu ribuan, bagaimana dengan kondisi Salma dan followers-followersnya. Kami berharap KPI tegas terhadap program Rumpi untuk memediasi. Bahkan kami minta program ini ditutup. Karena sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujarnya.

2 dari 2 halaman

2. Tidak Mendidik

Agustinus Nahak menambahkan bahwa seharusnya program televisi itu mendidik dan memberikan edukasi. Tidak membahas tentang hal-hal yang sensitif seperti agama dan bunuh diri.

"Ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Bagaimana menyampakan seseorang cara bunuh diri. Bagaimana masa depan dari narasumber," tukasnya.

(kpl/aal/phi)


Reporter:  

Sahal Fadhli

↑