Kembali Buka Usaha Kuliner, Luna Maya: Nggak Akan Pernah Ada Habisnya

Dhefa Mauren Roos Mary | Sabtu, 01 September 2018 18:14 WIB
Kembali Buka Usaha Kuliner, Luna Maya: Nggak Akan Pernah Ada Habisnya

Kapanlagi.com - Luna Maya sepertinya jatuh cinta pada dunia bisnis. Beberapa tahun yang lalu ia mantap membuka sebuah clothing line. Kini dunia kuliner ia jadikan lahan untuk membuka sayapnya lebar-lebar.

Sebelumnya ia pernah membuka sebuah bisnis roti ala artis. Beranjak dari usaha roti ia membuka gerai rice bowl bernama Waluma. Cabang pertamanya ia buka di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jum'at (31/8). Selamat ya... semoga sukses ya!

1 dari 3 halaman

1. Business woman adalah impian?

Dengan dibukanya Waluma menandakan keseriusan Luna Maya di dunia bisnis. Lantas apakah menjadi seorang pebisnis alias business woman adalah impian Luna? Ditanya soal hal ini, begini jawaban Luna Maya, "Kalau ditanya begitu, rasa kayaknya gak jauh dari orang tua," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Luna pun menjelaskan lebih detail. Ayahnya adalah seorang seniman, pelukis, sekaligus musisi. Sedangkan sang mama adalah seorang pemilik garment. Nah dengan kreatifitas yang dimiliki sang ayah sebagai seorang seniman, beliau suka membantu ibu Luna di garmentnya tersebut. "Ibuku yang lebih back officenya, bapakku tuh yang sisi kreatifnya. Kayaknya nurun tuh. Kreatifnya ada, bisnisnya ada," sambung Luna.

2 dari 3 halaman

2. Inspirasi

Tak berhenti di orang tua, inspirasi bisa datang dari mana saja. Begitu juga dengan Luna Maya yang memiliki inspirasi lain. Siapa sih inspirasi lain Luna?

"Bu Rosma, saya pingin kayak Rosma," jawab Luna Maya. Bu Rosma adalah salah satu orang yang dikenalnya di dunia kuliner. Tentunya Luna punya alasan mengagumi sosok ini. "Jago banget masaknya!" sambung Luna Maya.

3 dari 3 halaman

3. Percaya diri

Di samping itu sosok inspirator, Luna masih punya alasan lain yang membuatnya memiliki kepercayaan diri yang kuat di dunia bisnis. "Aku rasa bisnis yang enggak akan pernah mati," katanya.

Luna Maya kembali menjelaskan lebih lanjut. Menurut Luna, "Itu kan yang berhubungan dengan hari-hari... saya rasa enggak akan pernah ada habisnya. Tergantung kreativitas kita aja mengolah makanan itu gimana, mempresentasikan makanan kita seperti apa dan harga. Karena semakin ke sini akan semakin banyak persaingannya. Ya melanjutkan pertanyaan tadi persiapan kalau aku sih berpikir mau nyari duit aja, masih produktif, mampu ya harus bekerja."

(kpl/pur/ren)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑