Kena Tegur KPK, Mulan Jameela Berterima Kasih dan Janji Gak Akan Korupsi

Wulan Noviarina Anggraini | Jum'at, 18 Oktober 2019 14:38 WIB
Kena Tegur KPK, Mulan Jameela Berterima Kasih dan Janji Gak Akan Korupsi

Kapanlagi.com - Mulan Jameela akhirnya menghapus postingan endorse di Instagram yang membuatnya kena sentil KPK. Lewat Insta Story, anggota DPR RI periode 2019 - 2024 ini pun meminta maaf atas insiden ini.

Pada postingan itu, Mulan menyampaikan terima kasih kepada Saut Situmorang, anggota KPK yang menegurnya lantaran menerima barang pemberian dari online shop. Ia menganggap masukan dari Saut sangat baik untuk dirinya.

"Saya ucapkan terima kasih untuk Bapak Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK, sudah memberikan masukan yang sangat positif untuk saya secara pribadi. Dan ini bisa jadi pelajaran untuk semua pihak," tulis Mulan.

1 dari 2 halaman

1. Janji Tidak Akan Korupsi

Janji Tidak Akan Korupsi © instagram.com/mulanjameela1
Lebih lanjut, Mulan menegaskan bahwa ia tidak akan melakukan korupsi seperti yang dikhawatirkan KPK. Seperti diketahui, ketika seorang pejabat publik menerima pemberian dan tidak dilaporkan kepada KPK, bisa diindikasikan adanya gratifikasi meski bukan korupsi.

"Alhamdulillah sudah saya klarifikasi bahwa postingan itu terjadi kesalahan input caption yang sudah dikirim oleh pihak OLshop tanpa admin atau pihak saya filter terlebih dahulu. Dan Insya Allah saya beserta Partai Gerindra akan selalu menjaga kebersihan dari korupsi," tegas Mulan.

2 dari 2 halaman

2. Peringatan KPK

Dalam pernyataannya, Saut Situmorang menyebut bahwa pemberian barang kepada pejabat publik harus melalui proses filtering dari KPK. Hal tersebut tertera dalam Pasal 12B ayat 1 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berbunyi sebagai berikut.

"Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi;

b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh penuntut umum.

Berdasarkan bagian penjelasan terkait Pasal 12B Ayat (1), gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik," demikian dilansir dari Kompas.com.

Karena itulah, Saut Situmorang menyarankan kepada Mulan agar melaporkan kepada KPK jika ia menerima barang endorse. Sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk para pejabat negara saat ini.

(kpl/phi)


↑