Kenangan Tak Terlupakan Soleh Solihun Bersama Arswendo Atmowiloto

Guntur Merdekawan | Jum'at, 19 Juli 2019 23:15 WIB
Kenangan Tak Terlupakan Soleh Solihun Bersama Arswendo Atmowiloto

Kapanlagi.com - Hari ini, Jumat (19/7), budayawan dan sastrawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia di usia 70 tahun. Kabar kepergian beliau pun begitu mengejutkan publik, tak terkecuali aktor dan komedian Soleh Solihun.

Usut punya usut, Soleh ternyata punya koneksi yang cukup dekat dengan almarhum Arswendo. Ketika masih kuliah dulu, pemain film CINTA BRONTOSAURUS itu pernah menjadikan sang almarhum sebagai narasumber skirpsinya.

"Ya kalau buat saya Indonesia kehilangan budayawan besar. Saya pernah menjadikan Arswendo sebagai narasumber skripsi soal majalah musik. Arswendo penulis yang bagus, wartawan senior yang oke, jadi banyak yang harusnya berduka sih dari sisi jurnalistik, budaya," ujar Soleh saat ditemui di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Jum'at (19/7).

 

1 dari 2 halaman

1. Kronologi Pertemuan Soleh Solihun dengan Arswendo Atmowiloto

Soleh pun lantas menceritakan detail kronologi dari pertemuan pertamanya bersama sang almarhum. Kala itu, pria berusia 40 tahun ini masih berstatus mahasiswa Jurnalistik di Universitas Padjajaran Bandung dan ingin menemui Arswendo demi skripsinya.

"Saya waktu itu tahun 2004 telepon Arswendo dan janjian di kantornya di daerah Bintaro. Saya naik metro mini ke situ. Lama tuh nyari alamatnya karena nomornya ngacak. Sampai sana Arswendo nggak ada. Saya kejar dia ke Pakubuwono, dia lagi ngisi seminar. Kami wawancara di tempat parkir sambil berdiri. Jadi wawancara sambil dia menghabiskan beberapa batang rokok di parkiran mobil dengan santai," kenang Soleh.

2 dari 2 halaman

2. Soleh Solihun Merasa Hutang Budi Pada Arswendo Atmowiloto

Arswendo Atmowiloto © KapanLagi
Kebaikan dari seorang Arswendo dirasakan Soleh sejak pertama kali bertemu. Berkat bantuannya kala itu, Soleh pun merasa punya huting budi kepada sang almarhum.

"Saya merasa Arswendo baik karena mau ngeladenin mahasiswa dari Jatinangor, mau meluangkan waktu buat saya yang bukan siapa-siapa. Kalau orang yang baik pasti dia bilang lagi sibuk. Jadi salah satu orang yang berjasa meluluskan saya. Jadi dari sisi akademis saya berhutang budi sama dia," tutup pria yang juga berprofesi sebagai penyiar radio itu.

(kpl/pur/gtr)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑