Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Keracunan Makan Tutut Hingga Dilarikan ke UGD, Livy Renata Trauma!

Gogor Subyakto   | Kamis, 22 September 2022 16:52 WIB
Keracunan Makan Tutut Hingga Dilarikan ke UGD, Livy Renata Trauma!
Livy Renata trauma makan tutut. © KapanLagi.com/Nuzulur Rakhmah

Kapanlagi.com - Belum lama ini selebgram Livy Renata dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit usai keracunan makan tutut. Saat itu dirinya tengah syuting dalam sebuah acara yang konsepnya mencoba makanan street food.

"Ceritanya i disuruh makan tutut pas i makan tutut besok lusanya muntaber jadi sama mami langsung dimasukin ke UGD. Jadi i tuh keracunan soalnya lagi ada acara gitu, mereka itu konsepnya makan street food," ujar Livy Renata saat ditemui di CGV FX Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/9).

1. Kaget Pertama Kali Coba

Livy Renata mengaku sebenarnya sudah terbiasa makan street food. Namun untuk makan tutut ini adalah pertama kalinya sehingga membuat perutnya tidak nyaman. Apalagi setiap harinya Livy Renata sebenarnya memiliki menu makanan sendiri.

"Soalnya awalnya i terima (makan) seafood soalnya i sering makan street food di PIK. Cuma kalau di acara-acara kan banyak banget tuh suka bilang Livy kan nggak pernah coba ini cobain aja makanan ini. Soalnya i kan udah ada (menu) makanan sendiri sekalinya makan tutut mungkin kaget kali," ungkapnya.

2. Belum Sembuh Total

Gambar

Saat keracunan Livy Renata merasa pusing dan lemas. Hingga saat ini sebenarnya dirinya juga belum sembuh total namun karena ada gala premiere filmnya LOVE IN GAME, Livy Renata harus tetap hadir.

"Cuma pusing-pusing sama lemas badan i. Sebenarnya sampai sekarang belum full sembuh sih cuma karena ada gala premiere (tetap hadir)," kata Livy Renata.

3. Trauma

Gara-gara kejadian tersebut, Livy Renata pun mengaku trauma tidak ingin makan yang aneh-aneh lagi. Selanjutnya dirinya akan lebih berhati-hati ketika memilih makanan.

"Kayaknya habis ini nggak mau makan seafood lagi sih yang (makanan) aneh-aneh lagi for me takutnya kenapa-kenapa," pungkasnya.

Reporter:   Nuzulur Rakhmah