Kerap Dibully Gara-Gara Status Janda, Salmafina Sunan Mau Cari Suami yang Kuat Mental

Tyssa Madelina | Kamis, 14 Februari 2019 15:15 WIB
Kerap Dibully Gara-Gara Status Janda, Salmafina Sunan Mau Cari Suami yang Kuat Mental

Kapanlagi.com - Pasca cerai dari Taqy Malik, kehidupan Salmafina Sunan tak sepenuhnya tenang dan damai. Resmi menyandang status janda agaknya membuat putri sulung Sunan Kalijaga itu tak lepas dari bahan caci maki netizen. Salma pun mengungkapkan sebagian isi hatinya soal hal itu.

"Kalau dari aku pribadi kesal ya karena jadi janda buat perempuan aja udah berat apalagi di Indonesia bukan cuma aku. Banyak banget orang di luar sana asal ngomong jeplak soal kita," ujar Salmafina Sunan, saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Menanggapi soal stigma buruk soal janda di luar sana, Salma pun mengaku sangat prihatin. Menurutnya, mereka yang mengejek status janda sejatinya tidak tahu bagaimana besarnya pengorbanan seorang single mother.

"Sedih aja sih melihatnya, orang-orang yang mulutnya kasar dan julid semakin terfasilitasi dengan adanya sosial media. Semakin bebas buat ngatain orang," paparnya.

1 dari 2 halaman

1. Soal Calon Suami

Melihat statusnya sebagai selebgram yang dikenal banyak orang, Salmafina sadar ia tak bisa memaksa semua orang untuk menyukainya. Karena hal itu lah, Salma pun berniat mencari calon suami yang tahan mental terhadap bully-an. Diakui oleh Salma, beberapa laki-laki yang pernah dekat dengannya terpaksa mundur teratur karena campur tangan netizen.

"Banyak banget yang coba mendekat tapi mereka mundur sendiri karena banyak yang nyinyir. Makanya nanti salah satu kriteria untuk suamiku di masa depan adalah yang bisa menerima kritikan orang. Apalagi kalau udah nikah pasti banyak yang bandingin sama mantan suamiku, jadi dia harus kuat mental," tegas Salma.

2 dari 2 halaman

2. Santai dan Tak Mau Buru-Buru

Belajar dari pengalaman, kali ini Salma enggan terburu-buru untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Menurutnya, ada banyak aspek yang harus ia ketahui dari seorang laki-laki sebelum menjadi calon imamnya.

"Aku udah belajar bahwa yang buru-buru itu nggak selamanya baik. Sekarang santai aja, diawali dengan jujur terbuka apa adanya dan jangan ada yang ditutup-tutupi," pungkasnya.

(kpl/far/tmd)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑