Kerjasama dengan Ashanty Mandeg, Martin Pratiwi Pertanyakan Pajak Miliaran

Wulan Noviarina Anggraini | Sabtu, 06 Juli 2019 15:38 WIB
Kerjasama dengan Ashanty Mandeg, Martin Pratiwi Pertanyakan Pajak Miliaran

Kapanlagi.com - Selama melakukan kerjasama dengan Ashanty, Martin Pratiwi mendapati adanya laporan pajak dengan nilai besar. Karena perusahaan mereka dibuat atas namanya, Martin pun mempertanyakan bukti pajak tersebut.

"Karena selama ini pajak itu pakai CV Pratiwi Aesthetic Care, kerjasama waktu itu kita kloning ke pabrik juga pakai CV Pratiwi. Itu ditanyakan sampai sekarang, bukti tersebut gak ada," ujar Agus Ujianto, suami Martin.

"Ada di laporan keuangan itu. Ada keuangan untuk pajak, besar banget sampai Rp 1,4 miliar. Kalau emang digunakan untuk membayar pajak, seharusnya dibayarkan pajak ke perusahaan saya. Perusahaan saya yang melakukan kontrak produksi. Ke BPOM itu pakai CV Pratiwi," sahut Martin.

1 dari 2 halaman

1. Tidak Ada Titik Temu

Selama ini, Martin sudah melakukan beberapa kali upaya komunikasi dengan Ashanty. Namun sejauh ini tidak ada titik temu dari masalah yang mereka hadapi.

"Terus istri saya minta izin mau daftarkan ke Pengadilan. Ya sudah, kalau memang niatnya baik, yah perjuangin saja. Dan saya bilang ke istri saya. Kalau urusannya di dunia, ya memang ke pengadilan," terang Agus.

Pratiwi pun akhirnya mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri pada 26 Juni 2019 lalu. Kini mereka sama-sama menunggu proses pengadilannya berlangsung.
2 dari 2 halaman

2. Ingin Menyelesaikan Baik-Baik

Sama seperti keinginan pihak Ashanty, Martin Pratiwi pun berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Tidak hanya soal urusan laporan keuangan, tetapi juga aset kantor.

"Setelah diputuskan (kontrak) kan pasti ada aset. Itu kan sesuai perjanjian, harus dibagi dua. Sampai saat itu juga, ketika dikonfirmasi semua laporan yang ada, aset itu belum dibagi juga sampai sekarang. Kami bertanya, terus mau kapan. Kita maunya selesai baik-baik. Namanya bisnis bareng," ujar Agus.

"Sisa inventaris kantor itu kan lumayan besar ya. Banyak sekali. Salah satunya seperti sofa, AC beberapa biji, CPU, laptop, itu banyak sekali. Nominalnya nggak sedikit. Kalau dihitung, Rp 200 juta," terang Martin.

(kpl/aal/phi)


Reporter:  

Sahal Fadhli

↑