Kisah Mantan Finalis Puteri Indonesia Asal Papua Jadi Model di NYFW Runway

Guntur Merdekawan | Jum'at, 27 September 2019 13:35 WIB
Kisah Mantan Finalis Puteri Indonesia Asal Papua Jadi Model di NYFW Runway

Kapanlagi.com - Mantan finalis Puteri Indonesia 2015, Olvah Alhamid mengukir sebuah prestasi membanggakan. Wanita asal Fakfak, Papua Barat itu bisa terpilih jadi salah satu model untuk berjalan di New York Fashion Week (NYFW) Runway yang merupakan impiannya sejak kecil.

Namun perlu dicatat jika perjuangan Olvah untuk sampai ke titik tersebut tidaklah mudah. Wanita berusia 29 tahun itu harus rela mengorbankan semua kesibukannya di Indonesia dan berangkat hanya bermodalkan rasa percaya diri untuk mengejar mimpinya.

"Saya Olvah Alhamid. Dulu hanya bisa bermimpi berangan-angan bisa menjadi model di sebuah pagelaran busana terbesar di dunia. Bermodal kepercayaan diri, saya berangkat dengan restu ortu, terutama mama, ingin mewujudkan mimpi saya tersebut. Saya wanita dari timur Indonesia, berangkat sendiri menuju New York, meninggalkan semua aktivitas dan pekerjaan di Indonesia, mengikuti semua audisi yang diadakan. Siapa sangka, ribuan orang mendaftar untuk menjadi model peraga busana pada sebuah perhelatan akbar fashion tingkat dunia," ungkap Olvah ketika ditemui awak media belum lama ini.

1 dari 1 halaman

1. Ikuti Berbagai Macam Audisi dan Casting

Ikuti Berbagai Macam Audisi dan Casting Olvah Alhamid © Dokumentasi Pribadi
Olvah sudah mengikuti berbagai macam audisi dan casting sejak beberapa bulan lalu. Usaha dan doanya pun akhirnya membuahkan hasil. Perwakilan Indonesia di ajang Miss Eco Universe 2016 itu akhirnya diterima jadi salah satu model di NYFW Runway.

"Casting dan audisi terus saya ikuti sejak Juni di New York city Amerika Serikat. Saya percaya jika Tuhan mengizinkan pasti ada tempat untuk saya bisa berjalan di runway yang diimpikan model dunia. Alhamdulillah saya lolos tiap tahapan dari hingga terpilih menjadi salah satu model di NYFW runway membawakan busana dari designer dunia," sambungnya.

"Saya percaya mimpi itu harus dikejar. Doa dan usaha tentu akan membuahkan hasil," tutup Olvah.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑