Kisah Perjuangan Puteri Indonesia 2009 Lawan Penyakit Autoimun Selama 12 Tahun

Guntur Merdekawan | Jum'at, 27 September 2019 08:35 WIB
Kisah Perjuangan Puteri Indonesia 2009 Lawan Penyakit Autoimun Selama 12 Tahun

Kapanlagi.com - Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva punya cerita yang tak banyak diketahui publik. Sejak 12 tahun terakhir, wanita yang juga berprofesi sebagai pebisnis muda dan aktris ini tengah berjuang menghadapi penyakit autoimun yang merupakan gangguan pada kekebalan tubuh.

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit autoimun. Kepada awak media, Qory pun menceritakan pengalamannya tersebut beserta dengan gejala-gejala yang dirasakannya.

"Iya betul saya mengidap autoimun, jenisnya lupus. Itu sejak 12 tahun lalu sebelum Puteri Indonesia. Sayangnya indikasinya di Indonesia belum ada. Baru ketahuan di usia 23 setelah melahirkan. Gejalanya itu sakit kepala hebat, kulit perih, persendian linu, kesemutan, nyeri di kulit dan tulang," ungkap Qory ketika ditemui belum lama ini.

1 dari 3 halaman

1. Pernah Jalani Perawatan ke Singapura

Pernah Jalani Perawatan ke Singapura Qory Sandioriva / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya
Ketika pertama kali divonis menderita autoimun, Qory sempat menjalani perawatan hingga ke Singapura. Namun usahanya sia-sia, karena kondisinya tak juga kunjung membaik. Pemain film PURPLE LOVE itu lantas menemukan dokter yang cocok di Indonesia, yakni dr. Christopher Damianus, Sp.KK yang merupakan owner Kusuma Beauty Clinic.

"Pertama kali aku melakukan untuk autoimun udah ke Singapura dan Penang dan belum ada perubahan. Akhirnya saya menemukan dokter di Jakarta, ada sedikit berubah. Saya juga ketemu sama Dokter Christo di sini, dia kasih masukan untuk kulit dan rambut," sambung Qory.

Dan selama setahun ke depan, dr. Christopher Damianus dan Kusuma Beauty Clinic sudah berkomitmen untuk membantu Qory melawan penyakit autoimun.

2 dari 3 halaman

2. Berat Badan Pernah Mencapai 110 Kilo

Sebagai salah satu cara mencegah autoimun, Qory diharuskan mengkonsumsi obat steroid. Dampaknya, Ia mengalami peningkatan berat badan yang sangat signifikan!

"Sewaktu saya kena sakit autoimun, saya konsumsi salah satu obatnya steroid. Steroid itu mengikat garam dan gula dan efeknya bisa bikin berat badan meningkat. Saya dapat solusinya dari Dr. Christo. Saya sempat naik 55 kilo terakhir, berat sampai 110 kilo. Sekarang sudah perawatan turun jadi 65 kilo," jelas Qory.

3 dari 3 halaman

3. Tekanan Psikologis yang Dirasakan Qory Sandioriva

Tekanan Psikologis yang Dirasakan Qory Sandioriva Qory Sandioriva / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya
Tak bisa dipungkiri jika penyakit autoimun juga sangat mempengaruhi psikologis dari Qory. Terlebih kala itu dirinya harus berangkat untuk mewakili Indonesia di ajang Miss Universe.

"Pasti saat pertama kali tahu Lupus, saya merasa seperti terkutuk karena masih tabu. Kalau ditanya ganggu psikologis itu benar, bagaimana saya hadapinnya saat itu ketika mau Miss Universe, dokter saya tahu kalau saya drop. Saat itu saya merasa saya nggak mau kecewakan siapapun, dan saya mewakili Indonesia saat itu, jadi apapun alasannya saya harus tampil total. Saya pun nggak menyangka bisa tampil di Miss Universe, padahal saya dirawat sebulan sebelum Miss Universe. Performa saya saat itu sudah semaksimal saya," kenang Qory.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑