Komentari Tweet Titiek Soeharto, Nikita Mirzani Singgung Soal Janda dan 'Mainan'

Tantri Dwi Rahmawati | Kamis, 30 Mei 2019 13:47 WIB
Komentari Tweet Titiek Soeharto, Nikita Mirzani Singgung Soal Janda dan 'Mainan'

Kapanlagi.com - Aksi saling sindir antar artis barangkali sudah jadi kebiasaan yang kerap disaksikan. Salah satu seleb yang nggak ketinggalan lakukan itu adalah Nikita Mirzani. Kali ini bukan lagi artis yang jadi sasarannya, namun politisi dari keluarga Cendana, Titiek Soeharto.

Bukan lagi sindiran, sebab Nikita langsung membalas cuitan Titiek yang ungkap keprihatinan atas tragedi pada aksi damai demo Bawaslu 22 Mei lalu. Cuitan Titiek yang dilontarkan pada Jumat (24/5) lalu dibalas Niki pada Minggu (26/5) sambil singgung soal status janda Titiek.

1 dari 2 halaman

1. Udah Lama Jadi Janda

Udah Lama Jadi Janda (Credit: twitter.com/NikitaMirzani)
"Ibu pasti udah lama banget jadi janda, jadi pemikirannya udah kemana-mana deh. Coba kayak saya deh bu. Biar janda 3 (kali) terus ujung-ujungnya cerai lagi gak papa dah yang penting ada mainan gitu yang bisa dimainin. Daripada pusing sendiri kayak gini bu. Tuh kan Nyai jadi ikut-ikutan gila deh nih," begitu bunyi balasan Nikita.

Komentari unggahan politisi tampaknya bukan jadi kebiasaan mantan istri Dipo Lathief ini kendati kata-kata Niki dikenal pedas banget. Meski begitu, nggak sedikit lho yang sukai tweet Niki, setidaknya tweet tersebut berhasil mendapatkan 575 likes dan 199 retweets.

2 dari 2 halaman

2. Make Up Ketebalan

Selain Titiek, baru-baru ini publik figur yang mengaku pernah disemprot oleh Nikita Mirzani adalah Dinar Candy. DJ seksi itu ternyata pernah diledek Niki saat awal kemunculannya di dunia hiburan.

Nikita pernah menyebut Dinar bukanlah artis. Janda tiga anak itu juga meledek make up-nya terlalu tebal. "Dinar pernah dibilang bukan artis. Ya emang Dinar bukan artis, Dinar mah DJ. Terus dibilangin 'Lo pakai make up jangan ketebelan... gitu-gitu laah'. Terus Dinar jawab 'Iya nanti ditipisin'," kenang Dinar ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/5) lalu.

(kpl/tdr)


↑