Korban Melinda Dee Dapat Ganti Rugi

Darmadi Sasongko | 19 November 2011, 17:09 WIB
Korban Melinda Dee Dapat Ganti Rugi
Kapanlagi.com - Citibank akan mengganti semua kerugian nasabah akibat tindak dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh Inong Malinda Dee atau Melinda Dee sebagai mantan karyawan bank tersebut, kata kuasa hukum Citibank, Otto Hasibuan pada Kamis (17/11/2011) di Jakarta.

"Semua kerugian nasabah akan diganti 100%, tidak satu rupiah pun uang yang disimpan hilang, semua dana beserta bunga akan ditanggung Citibank," kata Otto dalam konfrensi pers mengenai kasus Melinda Dee dan Irzen Okta yang melibatkan Citibank.

Hingga saat ini menurut Otto, sudah 90% dari jumlah nasabah yang dinilai mengalami kerugian mendapat penggantian dari Citibank. Sisanya sebanyak 10% masih dalam proses perhitungan.

"Sejauh ini sudah 90% dari jumlah nasabah yang dirugikan sudah diganti uangnya. Sisanya sedang dalam proses perhitungan karena tidak semua nasabah membuat catatan dengan baik, ada kemungkinan jumlahnya lebih besar atau lebih kecil dari catatan mereka," ungkap Otto.

Sebagai mantan Relationship Manager Citibank, Melinda Dee didakwa melakukan penggelapan uang pada periode 27 Januari 2007-7 Februari 2011 dengan menggunakan formulir kosong dengan tanda tangan sekitar 30 nasabah untuk melakukan 117 transfer tidak sah.

Uang dalam mata uang rupiah dan dolar AS tersebut kemudian dikirim ke rekening individu atau perusahaan yang sudah ditunjuk Malinda antara lain suaminya, Andhika Gumilang, adik kandungnya Visca Lovitasari dan Ismail yang merupakan suami Visca dengan nilai total hingga sekitar Rp40 miliar.

"Selain nasabah yang melapor ke Citibank, kami juga melakukan audit internal sehinga bila bank mendapati ada kerugian atas nasabah, maka kami akan memanggil nasabah tersebut dan mencocokkan perhitungannya," jelas Otto.

Otto Hasibuan mengatakan bahwa menurut aturan yang berlaku di Citibank, nasabah memang tidak dibolehkan untuk memberikan blanko kosong dengan tanda tangan kepada karyawan.

"Menurut aturan yang sudah lama berlaku, memang nasabah tidak boleh memberikan blangko kosong bertanda tangan. Tapi karena kasus ini kami akan meningkatkan pengawasan dan meminta nasabah untuk lapor bila ada karyawan yang menawarkan blangko kosong," kata Otto.

Ia mengatakan bahwa terbongkarnya kasus Malinda Dee juga karena Citibank mendapat laporan dari nasabah dan selanjutnya meneruskan laporan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Artinya Citibank sudah melakukan kewajibannya yaitu melindungi nasabah, kalau memang ada oknum dalam Citibank maka tidak akan kami lindungi," tambah Otto.

Otto menyebutkan bahwa Citibank tidak menutup kemungkinan untuk menuntut Malinda secara perdata setelah ada keputusan pidana dalam kasusnya.

Namun Otto mengakui bahwa Citibank tidak mengetahui kepemilikan barang mewah Malinda seperti mobil Ferrari dan Hummer saat Malinda masih menjabat dan baru mendapati hal itu setelah ada penyidikan polisi.

"Fasilitas yang diberikan Citibank kepada Malinda hanya fasilitas wajar untuk melayani nasabah, tidak ada perlakuan khusus untuk dia," ungkap Otto.

Oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Malinda didakwa dengan UU Perbankan, UU Tindak Pidana Pencucian Uang dan UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (antara/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko