Korban Urip Arphan Diteror

Darmadi Sasongko | 24 Februari 2009, 08:18 WIB
Korban Urip Arphan Diteror

Kapanlagi.com - Salah seorang korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan Urip Arphan, Najib Raizhy mengaku pernah mendapat ancaman dalam bentuk SMS. Isi ancaman itu berupa gertakan, kalau guru sanggar itu memiliki backing dari kepolisian yang siap membantu.

"Saya pernah di-SMS, katanya di belakang babe Urip ada orang-orang dari pihak kepolisian, dan ormas-ormas, tapi karena banyaknya korban, sehingga saya berani melaporkan ke pihak kepolisian, dan semua korbannya adalah anak-anak sanggar UHP milik babe Urip Arphan," terang pemuda yang biasa dipanggil Izy itu.

Izy yang ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Senin (23/2) usai mengantarkan korban lain, juga membantah dirinya disebut sekedar mencari popularitas. Justru dirinya akan berusaha mencari orang-orang yang senasib untuk membuktikan yang sebenarnya.

"Saya hanya ingin tidak ada korban lagi, saya sudah minta secara kekeluargaan tapi yang ada babe Urip telepon saya, dia bilang agar saya menyampaikan bahwa semua ini adalah rekayasa, ya pokoknya semua saya serahkan ke pihak kepolisian," terangnya.

Dalam kesempatan itu Izy juga menyampaikan, bahwa Muhammad Bakhti Pratama yang juga putra Urip Arphan, yang sebelumnya menyampaikan bantahan sesungguhnya tidak tahu masalah ini. Dan lebih pada usaha untuk melindungi keluarga. (kpl/hen/dar)

Editor:   Darmadi Sasongko