Kris Biantoro, Artis Yang Benci Dibilang Seleb

Fajar Adhityo | 26 Agustus 2014, 19:46 WIB
Kris Biantoro, Artis Yang Benci Dibilang Seleb
Kapanlagi.com - Tanpa terasa satu tahun sudah, presenter kondang Kris Biantoro meninggal dunia. Almarhum yang juga pandai menyanyi ini menghembuskan nafas terakhir pada 13 Agustus 2013 dan keluarga merayakan kepergian almarhum dengan memutarkan karya-karya Kris Biantoro yang belum pernah di publish, termasuk buku yang ditulis almarhum.

Putra kedua Kris Biantoro, Arto Soebiantoro menceritakan sisi lain tentang Ayahnya yang belum terungkap. Hanya kepada KapanLagi.com®, laki-laki yang sempat mendapat tawaran PH sepulang dari Amerika itu menceritakannya.

Arto menceritakan bahwa semasa hidup, Ayahnya tak pernah mengajarkan anaknya untuk mengikuti jejaknya. Meski memiliki ketenaran dan karir yang gemilang, Kris Biantoro hanya mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa nasionalisme yang besar kepada negara.

Arto Soebiantoro/@Foto: KapanLagi.com®/disArto Soebiantoro/@Foto: KapanLagi.com®/dis

"Beliau hanya menularkan nasionalisme. Bahkan bapak sempat bertanya kamu jadi apa setelah pulang dari Amerika. Kebetulan saya kan di sekolahkan di sana dulu," ujarnya dijumpai di Klangenan Gallery Resto, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (21/8) malam.

Kris Biantoro Mengabdi Untuk Negara/@Foto: KapanLagi.com®Kris Biantoro Mengabdi Untuk Negara/@Foto: KapanLagi.com®

Arto masih ingat perkataan Ayahnya selama hidup. Dia sangat membenci disebut seleb dan menegaskan bahwa dirinya adalah seorang seniman. Ada alasan tersendiri mengapa Kris enggan menurunkan ketenarannya kepada anaknya. Dunia artis dinilainya hanyalah sesaat dan kemudian tak akan bertahan lama.

"Beliau menggeluti bidang entertainment hingga 50 tahun. Coba sekarang artis ada yang selama itu ? Bisa sampai kapan ? Misalnya Ulfa Dwiyanti hanya 5 tahun. Raffi Ahmad sampai kapan, beliau sudah prediksi. Baginya artis itu bukan taksi meter, sehingga dianggap cuma kejar setoran," paparnya.

Sebagai seorang senior, Kris tak pelit untuk berbagi inspirasi atau ilmu kepada artis lainnya. Dia selalu mencamkan kepada artis muda agar memiliki sebuah pesan yang disampaikan bukan hanya sekedar menghibur.

"Artis harus kasih inspirasi karena mereka panutan. Satu artis bisa mengubah pikiran lebih kurang 10.000. Kalau dia bisa ubah bangun persepsi tersebut maka negara bisa lebih baik," tukasnya. (kpl/dis/faj)

Editor:  

Fajar Adhityo