Kronologi 2 Turis Ceko Lakukan Pelecehan Air Suci di Ubud, Bikin Geram - Minta Maaf

Wulan Noviarina Anggraini | Senin, 12 Agustus 2019 17:38 WIB
Kronologi 2 Turis Ceko Lakukan Pelecehan Air Suci di Ubud, Bikin Geram - Minta Maaf

Kapanlagi.com - Setelah viral seorang turis Australia menendang seorang pengendara motor di Sunset Road, Bali beberapa waktu lalu. Bali kembali digegerkan dengan sebuah video viral dua orang turis asing yang melakukan pelecehan terhadap air suci di sebuah Pura kawasan Ubud.

Video berdurasi pendek itu menggegerkan masyarakat Bali dan Indonesia. Kedua turis asing yang belakangan diketahui berasal dari Republik Ceko tersebut pun akhirnya meminta maaf.

Jika kamu ketinggalan seperti apa kasus yang viral ini. Simak kronologinya di sini.

1 dari 6 halaman

1. Pakai Air Suci Untuk Cebok

Pakai Air Suci Untuk Cebok © instagram.com/niluhdjelantik
Kejadian pelecehan tempat suci ini berlangsung di kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali. Sepasang turis yang bernama Sabina Dolezalova dan Zdenek Slouka datang ke sana dan jalan-jalan di kawasan teduh ini.

Ketika sampai di depan Pelinggih, Zdenek dan Sabina bercanda berdua. Mereka saling berpelukan dan kemudian Sabina membuka bagian belakang rok yang ia kenakan. Dengan posisi Sabina menungging, Zdenek mengambil air dari tirta suci di Pelinggih dan membasuhkannya ke bagian pantat Sabina.

Semua kejadian ini direkam oleh teman Sabina, dan kemudian diunggah oleh Sabina di akun @sabina_dolezalova_ifbb. Hanya dalam hitungan jam, postingan ini kemudian viral di dunia maya. Sikap keduanya pun memancing amarah masyarakat Bali karena mereka telah melecehkan air suci di tempat yang juga suci.
2 dari 6 halaman

2. Masyarakat Bali Geram

Masyarakat Bali Geram © instagram.com/niluhdjelantik
Video ini dengan cepat menjadi viral, tidak hanya di Bali tetapi juga di Indonesia. Banyak sosok ternama di Bali yang mengungkapkan rasa kesal mereka kepada Sabina dan Zdenek di dunia maya.

Salah satunya adalah Jerinx SID dan desainer Ni Luh Djelantik. Dalam postingannya di Instagram, Ni Luh Djelantik mengungkap bahwa jika turis seperti Sabina dan Zdenek tidak diseleksi, maka Bali akan tenggelam.

"Seperti yang sudah pernah kusampaikan 8 tahun lalu dalam sebuah wawancara. Bali akan tenggelam jika tidak bisa menjaga diri dan menyeleksi jenis wisatawan yang datang ke pulaunya.
Sempat dianggap sebagai anti backpacker tapi kukatakan. Ini bukan tentang uang. Backpacker dan luxury tourism kami sambut dengan gembira asal respek dan memahami adat istiadat yang kami jalani.
Untuk jajaran pemegang kebijakan pariwisata. Mari kita jalan-jalan dan bertemu dengan masyarakat. Karena Bali punya kehormatan dan harga diri bukan seperti perempuan murahan yang bisa dijambak sana sini, diperas hingga tetes keringat terakhir untuk sekedar target semata," tulisnya sambil mengunggah video pelecehan yang dilakukan Sabina dan Zdenek.

3 dari 6 halaman

3. Awalnya Diduga Dari Rusia

Awalnya Diduga Dari Rusia © instagram.com/aryawedakarna
Ketika pertama kali video ini menyebar di dunia maya, pasangan ini diduga berasal dari Rusia. Namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata keduanya adalah turis dari Rep. Ceko.

Dari keterangan anggota DPR RI Arya Wedakarna yang dilansir dari Solopos.com, diketahui bahwa keduanya memiliki masa tinggal di Indonesia hingga 7 September 2019.

4 dari 6 halaman

4. Minta Maaf

Minta Maaf © instagram.com/aryawedakarna
Atas perbuatan yang mereka lakukan, Zdenek dan Sabina sudah meminta maaf. Dari postingan yang diunggah oleh Arya Wedakrana, keduanya mengaku menyesal telah melakukan hal tak pantas di Ubud.

"Selamat pagi. Kami tidak tahu bahwa itu adalah air suci. Kami sangat meminta maaf dan tentu saja, kami tidak benar-benar membasuh (pantat). Tentu saja au memakai pakaian dalam. Kami sudah menghapus video itu dan aku benar-benar minta maaf. Kami benar-benar tidak tahu. Apakah ada yang bisa kami lakukan. Kami akan meminta maaf kepada masyarakat Bali lewat media sosial," tulis Sabina.

Memenuhi janjinya, Sabina dan Zdenek pun membuat video permintaan maaf yang diunggah di Instagram. Mereka mengungkapkan penyesalan dan minta maaf kepada semua masyarakat Bali.

"Kami sangat meminta maaf atas video kemarin. Kami tidak menghormati pura suci dan tirta di Ubud, kami minta maaf kepada kalian," ujar Zdenek Slouka.

"Karena kami tidak tahu jika tentang air suci atau di pura suci, kami tidak berniat buruk. Kami sangat menyesal dan berharap kalian akan memaafkan kami. Kami sekarang mencari tahu apa yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki itu. Semoga harimu menyenangkan dan kami sungguh-sungguh minta maaf," sambung Sabina.
5 dari 6 halaman

5. Akun Digembok

Akun Digembok © instagram.com/sabina_dolezalova_ifbb
Sayangnya, kini akun Instagram Sabina yang merupakan pengunggah pertama video viral itu sudah digembok. Perempuan yang memiliki lebih dari 63 ribu follower tersebut mengunci akunnya dan hanya teman yang bisa melihat postingannya.

Video permintaan maaf mereka sudah menyebar, namun banyak yang meminta agar keduanya tetap diproses secara hukum.
6 dari 6 halaman

6. Penjelasan Soal Air Suci

Penjelasan Soal Air Suci © instagram.com/aryawedakarna
Dilansir dari Detik.com, Arya Wedakrana menjelaskan mengapa air dari Pelinggih di Monkey Forest tersebut dianggap suci. Bagi masyarakat Bali, air seperti ini digunakan untuk bersikap suci.

"Kalau visualisasi itu airnya mengucur dari pelinggih, itu sudah pelecehan, karena air-air itu digunakan untuk hal-hal yang bersikap suci. Jadi dipakai untuk upacara, ambil tirta istilahnya, bahkan orang Bali saja untuk beberapa tempat seperti itu tidak boleh digunakan untuk mandi, karena ada pura yang khusus diambil air sucinya ada yang digunakan untuk bersih, untuk badan," jelas Arya.

Arya pun berencana untuk memanggil dua turis asing tersebut, dan ia menduga bahwa mereka bekerja di Bali. Saat ini tim DPD Bali sedang berkomunikasi dan berencana meminta kepada Zdenek dan Sabina untuk membuat upacara permintaan maaf.

"Guru piduka namanya. Biar dia menenangkan umat yang kecewa," terang Arya.

(kpl/phi)


↑