Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Kronologi Meninggalnya Ayah Leony, Kesulitan Dapat RS - Meninggal Sambil Genggam Tangan Istri

Senin, 21 Juni 2021 18:20 WIB
Kronologi Meninggalnya Ayah Leony, Kesulitan Dapat RS - Meninggal Sambil Genggam Tangan Istri
credit: instagram.com/leonyvh

Kapanlagi.com - Leony Trio Kwek Kwek dan keluarga saat ini tengah dirundung duka mendalam. Hari Selasa (15/6) lalu, sang ayah yang bernama Andy Hartanto meninggal dunia. Leony membagikan sendiri kabar duka itu melalui sebuah postingan Instagram-nya, meski tak menceritakan secara detail apa penyebab meninggalnya sang ayah.

Nah setelah menenangkan diri, Leony akhirnya mengungkap kronologi kepergian sang ayah. Beberapa hari sebelum meninggal dunia, sang almarhum diceritakan sedang dalam kondisi yang sehat, bahkan sempat melakukan aktivitas bersama keluarga.

"Papi sedang gak sakit apa-apa. Hari selasa pagi-siang masih melakukan kegiatan di rumah seperti biasa. masih sempat masak bubur request-nya mami," kenang Leony dikutip dari instagram story-nya, Senin (21/6).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Namun secara tiba-tiba sang almarhum diceritakan mendadak lemas karena serangan stroke. Tentu saja pihak keluarga langsung panik mendapati insiden tersebut.

1. Kesulitan Dapat Ambulans dan RS

Gambar

Leony lantas segera berusaha menghubungi ambulans untuk mendapatkan pertolongan darurat. Nahas, usahanya tak membuahkan hasil. Leony dan keluarga pun lantas berinisiatif untuk membawa sang ayah sendiri ke UGD menggunakan mobil pribadi. Namun cobaan Leony dan keluarga tak berhenti sampai situ saja.

"Perjalanan di mobil cukup menegangkan karena papi udah ga sadar di perjalanan dan bebebrapa RS UGD-nya penuh. Sampai akhirnya jam 13.30 di RS ke-4 yang kami datangi dapat masuk UGD di salah satu RS di Tangerang," sambungnya.

2. Diberi 2 Pilihan Berat

Gambar

Setelah mendapatkan penanganan dari pihak RS, sebuah kabar mengejutkan lain datang. Leony dan keluarga dipaksa untuk mengambil keputusan dengan 2 pilihan yang cukup berat.

"Sesampainya di UGD, papi langsung tes darah dan CT Scan. Hasilnya memang terlhat jelas pembuluh darah pecah di otak dan sudah menyebar posisiya sampai ke batang otak. Dokter memberi opsi operasi, namun survival ratenya kecil sekali. Jadi dioperasi atau tidak operasi, resikonya sama: kematian. Mami, saya dan adik saya Richie waktu itu sepakat kita ga mau bikin Papi menderita dengan operasi bedah otak. Kita pengen Papi pergi dengan tenang ditemani keluarga," imbuhnya.

3. Terus Berikan Pesan Positif

Gambar

Di momen-momen terakhir bersama sang almarhum, Leony pun terus memberikan pesan-pesan positif. Ia berharap agar sang ayah bisa beristirahat dengan tenang tanpa beban apapun ketika pergi untuk selama-selamanya.

"Selama di UGD kami langsung mempersiapkan hati untuk melepas papi. Kami temani terus-terusan, mami juga ga lepas pegangin tangan Papi sambil terus kita ajak ngobrol. Cynthia pun via video call ikut menemani papi. Kai ucapkan salam perpisahan, kami ucapkan bahwa papi nggak usah khawatir lagi karena kami yang akan terus jaga mami. Dan kami kakak adik akan terus saling jaga satu sama lain," tuturnya.

4. Meninggal Sambil Genggam Tangan Sang Istri

Gambar

Sebuah pemandangan yang mengharukan pun tersaji di momen terakhir kepergian sang almarhum. Beliau meninggal dalam posisi menggenggam erat tangan sang istri. Meski berat, namun Leony dan keluarga dengan ikhlas melepas kepergian sang almarhum.

"Kami cuma ingin papi bisa istirahat dengan tenang dan pada pukul 21,23 papi menghembuskan napas terakhirnya sambil pegangan tangan sama mami," tuntasnya.