ADVERTORIAL

Kunto Aji hingga Sal Priadi Bawakan Lagu Bengawan Solo di Episode Pertama Collabonation Road to Unity

Jeffrey Winanda | 29 September 2021, 16:35 WIB
Kunto Aji hingga Sal Priadi Bawakan Lagu Bengawan Solo di Episode Pertama Collabonation Road to Unity

Kapanlagi.com - Masih ingat dengan beberapa karya Collabonation yang disuguhkan oleh IM3 Ooredoo? Setelah tahun lalu sukses dengan Collabonation CAMP yang melibatkan musisi besar Tanah Air, kali ini Collabonation hadir kembali dengan tayangan dokumenter yang patut disimak.

Serial dokumenter ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian campaign kemerdekaan IM3 Ooredoo setelah beberapa waktu lalu merilis video SATU SATU – Bersatu untuk Merdeka. Lagu tersebut dibawakan oleh Iwan Fals yang berkolaborasi dengan musisi muda berbakat seperti Hindia, Rendy Pandugo, dan Petra Sihombing. Termasuk juga Collabonation Konser Kemerdekaan 'Bersatu untuk Merdeka' yang juga sukses dilaksanakan.

Collabonation Road to Unity – Bersatu untuk Bangkit episode pertama sudah ditayangkan di YouTube IM3 Ooredoo. Berkunjung ke kota Solo, banyak hal yang menarik untuk disimak. Bagaimana keseruan di balik serial dokumenter Collabonation Road to Unity ini?

Pertemuan dengan Musisi dan Seniman dari Kota Solo yang Telah Mendunia

(c) IM3 Ooredoo(c) IM3 Ooredoo

Menjelajahi kota Solo, musisi Collabonation yaitu Iga Massadri, Sal Priadi, Petra Sihombing, dan Kunto Aji bertemu dengan dua seniman lokal yang karyanya telah mendunia. Seniman tersebut antara lain Barata Sena selaku kriyawan yang telah 20 tahun lebih berkarya di bidang kesenian kayu.

Nama lain yang ditemui oleh musisi Collabonation pada episode pertama ini adalah Gondrong Gunarto, musisi sekaligus komposer gamelan kontemporer. Bersama kedua seniman lintas disiplin ini, musisi Collabonation berkesempatan untuk menghadirkan sebuah pertunjukan seni yang belum pernah ada sebelumnya.

Kombinasikan Kerajinan Kayu dengan Musik Kontemporer dalam Satu Pertunjukan

(c) IM3 Ooredoo(c) IM3 Ooredoo

Pernahkah kamu membayangkan jika sebuah kerajinan kayu bisa bertransformasi menjadi sebuah alat musik? Pandangan paling realistis adalah menjadikan kerajinan tersebut sebagai alat musik perkusif. Namun di tangan dua seniman hebat asal Solo ini, karya seni dari Barata Sena bisa diubah menjadi alat musik yang dinamis oleh komposer Gondrong Gunarto.

"Jadi ini memang tantangan buat saya pribadi dan teman-teman, untuk mentransformasikan kerajinan kayu yang notabene bukan alat musik ini menjadi sebuah alat musik. Jadi ada yang saya ubah menjadi kajon, ada juga kaca yang nanti akan digesek dengan stik dari karet untuk dicari getarannya dan berubah menjadi alat musik semacam biola," ujar Gondrong.

Kolaborasi ini pun memiliki nilai seni yang tinggi lantaran banyak elemen yang diikutsertakan. Gondrong Gunarto menyampaikan jika semua elemen tersebut akan menjadi satu kesatuan yang utuh.

"Sebelumnya saya mencoba mempelajari bahwa kayu itu sendiri sebenarnya ada suaranya, dan kita harus memanipulasi bunyi-bunyian itu. Kayu dari mas Barata ini juga kita mencoba mencari bunyinya dahulu. Jadi kita mengutamakan bentuk visual art-nya dulu baru kita mencoba mencari bunyinya," tambah Gondrong.

Kolaborasi Brilian Ini Menjadi Harapan Baru di Masa Pandemi

(c) IM3 Ooredoo(c) IM3 Ooredoo

Sudah jadi rahasia umum jika masa pandemi ini membuat segala sektor mengalami kelumpuhan. Termasuk para seniman, musisi, dan banyak lapisan masyarakat lainnya. Hadirnya Collabonation ini pun menjadi angin segar bagi para seniman yang terus-menerus haus akan berkarya.

"Sekarang sudah nggak terlalu resah, karena sudah terlalu capek untuk merasakan keresahan itu, dan sudah capek untuk meratapi keadaannya," ujar musisi Collabonation Sal Priadi.

Nggak cuma Sal Priadi, musisi Collabonation lainnya yaitu Iga Massardi juga berpendapat jika keterbatasan di masa pandemi ini menjadi peluang untuk mencari bentuk baru dalam berkarya.

"Justru sekarang lebih ke mencari bentuk baru dari ketebatasan itu sendiri," tutur pentolan Barasuara tersebut.

Kolaborasi dalam menggabungkan karya seni kayu dengan musik sudah menjadi impian bagi Barata Sena. Bahkan ide untuk membuat pertunjukan ini sudah ada sejak sebelum pandemi.

"Di tahun 2017 lalu saya pernah ingin membuat karya kolaborasi berupa visual art dan music perform. Jadi ini adalah karya kolaborasi yang bukan tempelan, bukan karya seni sendiri, bukan musik sendiri. Namun ketika musiknya tidak dimainkan maka pameran ini menjadi sebuah fine art. Tapi begitu direspon maka dia akan menjadi karya musik," ujar kriyawan Barata Sena.

Hadirkan Penampilan Kolaborasi Lintas Seni Bernilai Tinggi

(c) IM3 Ooredoo(c) IM3 Ooredoo

Collabonation Road to Unity – Bersatu untuk Bangkit yang dihadirkan IM3 Ooredoo ini menyajikan pertunjukan seni terbaik yang belum pernah ada sebelumnya. Kombinasi visual art menyatu sempurna dengan intsrtumen musik yang dipimpin oleh Gondrong Gunarto.

Menariknya, lagu-lagu populer dari musisi Collabonation juga turut dibawakan seperti SULUNG dari Kunto Aji, HAGIA dari Barasuara, hingga BENGAWAN SOLO.

Selaras dengan IM3 Ooredoo yang Konsisten Kobarkan Semangat Optimisme

Nilai-nilai semangat dan kolaborasi dari Collabonation ini selaras dengan konsistensi IM3 Ooredoo yang terus memberikan semangat optimisme. Hal ini sekaligus menjadi pengingat kepada sesama bahwa kita semua perlu bangkit dan bersatun di tengah situasi sulit ini.

“Kegiatan Collabonation Road To Unity - Bersatu untuk Bangkit dan seluruh rangkaian kampanye Bersatu untuk Merdeka diharapkan dapat menginspirasi serta mendorong para penontonnya, juga seluruh masyarakat Indonesia, untuk tetap bersatu, berkolaborasi, dan terus berkarya apapun keadaannya,” ujar Fahroni Arifin, SVP - Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo.

Serial dokumenter Collabonation Road to Unity - Bersatu untuk Bangkit Episode Solo sudah bisa disaksikan di channel YouTube IM3 Ooredoo. Berisi total 4 episode, nantikan setiap minggu episode barunya yang akan menceritakan kolaborasi lintas kota untuk kolaborasi lintas generasi dari para musisi tanah air. Bagi yang belum menonton episode Solo, kamu bisa klik di sini.

(kpl/jef)

Reporter:   Jeffrey Winanda

Topik Terkait