Laporkan Galih Ginanjar ke Polisi, Fairuz A Rafiq Tolak Berdamai

Tantri Dwi Rahmawati | Selasa, 02 Juli 2019 09:36 WIB
Laporkan Galih Ginanjar ke Polisi, Fairuz A Rafiq Tolak Berdamai

Kapanlagi.com - Hebohkan dunia maya dengan pembongkaran aib mantan istrinya sendiri, perilaku Galih Ginanjar itu berujung panjang. Awalnya nggak mau beri tanggapan dan ogah bicara banyak di depan publik, kini Fairuz A Rafiq memilih untuk laporkan Galih ke kepolisian.

Bersama dengan kakak dan pengacara Hotman Paris Hutapea, Fairuz pun mendatangi SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019). Mereka secara resmi melaporkan Galih serta pasangan suami istri Rey Utami dan Pablo Putra Benua. Dua orang terakhir dilaporkan karena dianggap ikut menyebarkan video tentang pernyataan Galih tersebut.

1 dari 2 halaman

1. Nggak Ada Damai

Nggak Ada Damai Fairuz A Rafiq, Fadhia, dan Hotman Paris © KapanLagi.com/Deki Prayoga
Lebih lanjut, Fadhia, kakak Fairuz menjelaskan, penegakan hukum ini akan terus diproses bahkan jika Galih nggak merasa bersalah. "Kalo dia nggak merasa bersalah, biar nanti hukum yang menentukan dia bersalah apa enggak. Kita nggak bisa menentukan, tapi semua orang se-Indonesia juga tahu, omongan dia pantes nggak sih? Sebagai laki-laki gentleman dan normal nggak sih?" ungkapnya.

Ketegasan itu diupayakan konsisten, bahkan pihaknya nggak menerima kata damai. "Oh kita nggak ada kata damai, nggak mungkin lah," tuturnya.

2 dari 2 halaman

2. Shock Berat

Nggak mau damai rasanya lumrah, sebab gara-gara kasus ini Fairuz sampai shock berat. "Kalau Fairuz shock banget. Dia sedih, ngedrop banget lah ya. Tadinya dia ngga mau nanggepin, mungkin biar dia bisa eksis lagi atau apa. Akhirnya lama-lama berita ini jadi luar biasa," imbuh Fadhia.

Selain itu, gara-gara pembongkaran aib ini, Fadhia nggak memungkiri nama baik keluarga dan nama baik wanita Indonesia ikut tercoreng. "Bukan Fairuz aja, keluarga juga malu. Perempuan Indonesia juga pada malu. Pentingnya itu. Kita mau kasih pelajaran buat orang yang ngehina perempuan di Indonesia. Kita ngga terima," tutup Fadhia.

(kpl/apt/tdr)


↑