Lembaga Warkop DKI Tak Terima dengan Tindakan Warkopi, Indro Warkop Bicara Etika Hingga Minta Stop

Editor KapanLagi.com   | Kamis, 23 September 2021 15:15 WIB
Lembaga Warkop DKI Tak Terima dengan Tindakan Warkopi, Indro Warkop Bicara Etika Hingga Minta Stop
Warkopi & Indro Warkop (Credit: KapanLagi.com)

Kapanlagi.com - Kemunculan trio Warkopi menggegerkan warganet sebab ketiga orang tersebut memiliki paras yang mirip dengan Warkop DKI yaitu Dono, Indro, dan Kasino. Lembaga Warkop DKI pun akhirnya angkat bicara semenjak ketiganya menjadi perbincangan di media sosial.

Grup Warkopi tersebut terdiri dari Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas, dan Alfin Dwi Krinandi. Hanna, sebagai perwakilan Lembaga Warkop DKI pun akhirnya memberikan teguran kepada Warkopi. Hanna sendiri merupakan anak dari Kasino Warkop DKI. Ia menyebut grup tersebut menyalahi etika Warkop DKI. 

Beberapa tokoh pun angkat bicara terkait Warkopi, bahkan mengundang komentar Indro Warkop sendiri. Indro menyebut Warkopi tak beretika dan tak menghargai perjuangan Warkop DKI. Tak segan-segan, Indro meminta ketiganya untuk stop melakukan kegiatan komersial tanpa izin dari Lembaga Warkop DKI. Berikut kronologi lengkapnya.

1. Langgar Hak Cipta

Setelah viralnya Warkopi di media sosial, Lembaga Warkop DKI kemudian angkat bicara dan memberikan teguran kepada grup yang menirukan penampilan Warkop DKI. Teguran tersebut atas dasar pelanggarakan hak kekayaan intelektual. Hal tersebut karena Warkop DKI merupakan pemegang hak eksklusif yang sah Warkop DKI.

Melalui Hanna, anak Kasino Warkop DKI, sekaligus perwakilan dari Lembaga Warkop DKI, ia mengatakan sangat menghargai dan mengapresiasi segala bentuk karya anak bangsa akan tetapi sangat menyayangkan Warkopi yang belum meminta dan memperoleh izin dari Lembaga Warkop DKI, keluarga, dan Indro Warkop sendiri sebagai personel yang masih hidup.

2. Belum Meminta Izin

Lembaga Warkop DKI juga menyayangkan aksi Warkopi yang tak memiliki niat untuk meminta izin sebelum secara tidak langsung menirukan gaya komedian legendaris Warkop DKI yaitu Indro, Dono, Kasino. Hanna menyebut Warkopi hanya mengirimkan surat elektronik tanpa menyebutkan permintaan izin bahkan surat tersebut dikirimkan setelah ketiganya tampil di televisi dan komersial.

Hanna juga menyebut Warkopi baru meminta untuk bertemu tatap muka secara langsung setelah tampil di acara reality show beberapa stasiun televisi. Pihaknya menanyakan tujuan tampil dan harapan dari kemunculan Warkopi yang mengklaim grupnya sebagai Warkop DKI reborn tanpa izin dari lembaga yang bersangkutan. 

3. Indro Warkop: Stop Komersial

Buntut dari komentar Indro Warkop terhadap Warkopi akhirnya mendorong Lembaga Warkop DKI untuk meminta Warkopi hentikan kegiatan yang bersifat komersial. Mengingat grup tersebut tak memiliki izin dari Lembaga Warkop DKI. Indro Warkop sendiri menyebut ketiganya tak memiliki etika dalam berkarya.

"Kalau kita nggak dilindungi HaKI mungkin nggak papa. Tapi mereka melanggar hukum. Mereka seolah-olah menjadi grup kami. Ada buktinya berakting seolah kita. Sekarang mereka keluar (di televisi), kita seolah-olah diminta menyetujui," ujar Indro Warkop dalam sebuah virtual conference pada Senin (20/9/2021).

Indro Warkop sendiri tak mempermasalahkan kemiripan wajah ketiganya dengan aktor komedi legendaris Warkop DKI. Namun, ia sangat menyayangkan tindakan ketiganya yang melakukan kegiatan komersial sebelum meminta izin dari pihak yang bersangkutan, termasuk dirinya sebagai personel yang masih hidup.

4. Merasa Dirugikan

Hanna menyebut lembaga Warkop DKI dirugikan dengan kemunculan Warkopi sebab pihaknya telah bekerja sama dengan Falcon dan merasa tak dapat menjaga hak kekayaan intelektual setelah kemunculan Warkopi yang ikut melakukan kegiatan komersial tanpa izin.

Ia bahkan menyebut Warkopi tak pikir panjang tentang kerugian materil yang akan dialami Lembaga Warkop DKI atas tindakan mereka. Warkopi dianggap tak punya tata krama dan sikap menghargai Warkop DKI. Hanna juga mengaku tak masalah dengan kemunculan Warkopi namun sudah seharusnya grup tersebut mengantongi izin sebelum tampil di televisi atau media publikasi lainnya.

Artikel ini ditulis oleh: Aditia Lestari

Editor:   Editor KapanLagi.com