Lesti dan Rizky Billar Terancam 10 Tahun Penjara

Luthfia Miranda Putri   | Jum'at, 08 Oktober 2021 10:12 WIB
Lesti dan Rizky Billar Terancam 10 Tahun Penjara
Lesti - Rizky Billar © Instagram.com/lestykejora

Kapanlagi.com - Mila Machmudah Djamhari melalui pengacaranya, Edi Prastio, membuat pengaduan ke polda Metro Jaya, Kamis malam (7/10/2021) terkait pernikahan Lesti dan Rizky Billar.

Adapun Pasal yang digunakan untuk menjerat pasangan tersebut adalah dengan Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan juga Pasal 14 dan 15 UU no 1 tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong.

"Pasal 266 ancaman hukuman 7 tahun. Sedangkan Pasal 14 dan 15 UU no 1 tahun 1946 ancamannya 10 tahun," kata Edi Prastio, pengacara sekaligus ketua Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Jawa Timur di Polda Metro Jaya, Kamis (7/10/2021).

Untuk memperkuat aduannya, Edi Prastio mengaku sudah menyerahkan beberapa alat bukti ke pihak kepolisian.

"Bukti yang kita serahkan yaitu acara yang diunggah dua stasiun TV, kedua dari fatwa MUI, dan juga dari pandangan Bathsnul Masail PWNU Jawa Timur," papar Edi Prastio.

1. Dugaan Kebohongan Lesti Billar

Dalam aduannya ini, kata Edi Prastio, pihaknya tidak mempermasalahkan keabsahan pernikahan siri Lesti dan Billar. Namun soal adanya dugaan kebohongan yang dilakukan Lesti dan Billar.

"Kalau nikah siri tidak bermasalah, itu sah, baik agama maupun UU pernikahan. Tapi yang kita permasalahkan teknis pencatatan pernikahannya di KUA. Di situ yang diduga ada kebohongan," kata Edi Prastio.

"Kebohongannya itu, kenapa dia tidak melalui isbat? Kan ada mekanisme. Kalau dia menyampaikan ke KUA berarti pernikahan saat ini, kehamilannya diduga nanti anak ini nasabnya ke siapa? Tapi kalau pernikahan siri kemudian diisbatkan di Pengadilan Agama dan dicatatkan di KUA, selesai kok," tuturnya.

"Tentu edukasi ini yang diharapkan klien kami itu untuk mengedukasi publik supaya tidak gaduh terkait pernikahan siri ini," lanjut Edi Prastio.

Masih kata Edi Prastio, kliennya akan menghentikan persoalan ini dengan mencabut aduan, apabila Lesti dan Billar berkenan mengakui kesalahan dan meminta maaf ke publik.

"Sebaiknya mereka legowo lah untuk membuat pernyataan ke publik bahwa ada kesalahan, mekanisme. Atau tidak minta pendapat (tentang pernikahan siri) ke MUI, ormas-ormas Islam, NU, Muhammadiyah. Jangan ke ulama panggung ya," tuturnya.

Reporter:   Dadan Deva