Liza Natalia Cari Jalur Masukan Musik Indonesia ke AS

Erlin | 01 September 2005, 14:48 WIB
Kapanlagi.com - Tampil untuk pertama kalinya di Amerika Serikat, penari dan penyanyi dangdut Liza Natalia (29) ingin juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari jalur agar musik khas Indonesia tersebut dapat diterima di pasar musik negara setempat.

Ditemui di New York saat beramah tamah dengan masyarakat Indonesia dan staf KJRI di New York baru-baru ini, Liza mengatakan bahwa sebenarnya ada peluang besar bagi dangdut untuk bersaing dengan berbagai pilihan jenis musik di Amerika Serikat.

"Dalam dangdut itu terdapat berbagai unsur musik yang ada di dunia ini, ada unsur India, Arab, Latin, serta bisa dipadukan dengan pop, R&B dan jenis musik lainnya," kata wanita yang sering dijuluki 'Ratu Joged' itu.

Selain itu, menurutnya, dalam dangdut juga ada seni gerak tari yang menyatu menjadi suatu paket musik khas Indonesia modern.

"Keunggulan-keunggulan itulah yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat di Amerika Serikat," ujarnya.

Namun menurut wanita kelahiran Jakarta 18 Februari 1976 itu, perlu strategi khusus bagi musik dangdut untuk merebut pasar Amerika.

"Mungkin kita bisa masuk dari segi tarian dulu, kemudian musik, baru nyanyian," kata Liza.

Alasannya, kata Liza, karena orang Amerika umumnya lebih mengenal tarian Indonesia ketimbang musik atau lagu Indonesia.

Lihat saja tari Bali yang sudah cukup dikenal di Amerika, juga tarian tradisional Aceh yang makin dikenal, terutama setelah peristiwa tsunami baru-baru ini, katanya.

"Karena salah satu pesona dangdut adalah seni gerak, mungkin orang Amerika bisa mulai menikmati dangdut dari segi ini," ujar pembawa acara kuis dangdut di sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta itu.

Bicara soal seni gerak, kemampuan Liza tentunya tidak diragukan lagi karena ia memang lebih dulu menekuni dunia tari dan kebugaran tubuh sebelum dikenal sebagai penyanyi.

Dalam penampilannya di hadapan sekitar 1.500 penonton di Auditorium York College, New York, hari Sabtu lalu, Liza juga tampil dengan pesona gerak tubuh dan suaranya.

"Selain untuk menghibur masyarakat Indonesia di rantau, saya juga ingin agar warga Amerika tahu bahwa di Indonesia ada suatu jenis musik yang unik, yaitu dangdut," katanya.

Setelah tampil di New York, dalam misi Dangdut Goes America tersebut Liza yang ditemani suaminya sekaligus manajernya, Yusuf Khyber, akan tampil di negara bagian Virginia, atas kerjasama dengan promotor setempat.

"Sebelum ke Amerika saya sudah minta restu dari Bang Haji Rhoma Irama selaku Ketua PAMMI, dan juga ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, mudah-mudahan misi saya ini ada manfaatnya," kata pelantun lagu Cincin tersebut. (*/erl)

Editor:  

Erlin