Luruskan Salah Kaprah, KPI Tidak Pernah Sensor Acara Televisi

Guntur Merdekawan | Selasa, 27 Agustus 2019 11:15 WIB
Luruskan Salah Kaprah, KPI Tidak Pernah Sensor Acara Televisi

Kapanlagi.com - Sering kali kita menemui hal-hal aneh pada tayangan-tayangan televisi Tanah Air. Salah satu contohnya adalah sensor berlebihan yang dilakukan pada tayangan kartun atau hal-hal lain yang sebenarnya tak perlu disensor.

Melihat hal itu, warganet seringkali langsung meluapkan emosinya pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Mereka menuding jika KPI terlalu lebay dalam melakukan sensor yang tak masuk akal. Padahal tudingan mereka salah besar.

Untuk meluruskan masalah, Komisioner Irsal Ambia pun membuat sebuah klarifikasi. "Kita harus mengkaji multi sektor. Yang harus digarisbawahi, yang harus di-bold itu adalah bahwa KPI ini bukan lembaga sensor. Tidak ada kewenangan KPI untuk melakukan sensor," ujar Irsal Ambia pada postingan video di Youtube Media Center KPI Pusat.

1 dari 2 halaman

1. Tugas Utama KPI

Tugas Utama KPI © Istimewa
Lebih jauh, Irsal menjelaskan jika tugas KPI adalah mengontrol program yang telah ditayangkan, bukan sebelum. Tugas mereka memang menegur jika nantinya ada tayangan-tayangan yang dinilai kurang pantas.

"KPI sering diserang soal kartun yang disensor. Dadanya lah, macam-macam itu. Nggak ada kebijakan kita (KPI) untuk melakukan sensor dan bukan kewenangan KPI. Kewenangan KPI itu adalah post-production, setelah ditayangkan," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Sensor Dilakukan Stasiun TV

Sensor Dilakukan Stasiun TV © Istimewa
Lalu pertanyaannya, siapa yang melakukan sensor-sensor terhadap program televisi tersebut? Jawabannya simpel: Stasiun TV yang menayangkan program itu sendiri. Kalau tanya kenapa kadang sensor mereka berlebihan, bisa jadi karena pihak stasiun TV khawatir jika KPI bakal melayangkan teguran setelah program-nya ditayangkan nanti.

"KPI itu nggak boleh ngubeg-ngubeg program orang sebelum dia ditayangkan. Tidak ada kewenangan KPI di dalam struktur peraturan dan perundang-undangan yang memperbolehgkan KPI untuk melakukan sensor," tutup Irsal.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

TOPIK TERKAIT
 
↑