Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Malih Tongtong Cerita Perbedaan Komedi Zaman Dulu, Semua Serba Improvisasi

Helmi Romadhon   | Rabu, 28 September 2022 10:51 WIB
Malih Tongtong Cerita Perbedaan Komedi Zaman Dulu, Semua Serba Improvisasi
Malih Tongtong © KapanLagi.com/M Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Malih Tongtong dikenal sebagai salah satu komedian senior. Portofolionya sudah panjang bahkan disebut-sebut sebagai salah satu komedian legendaris yang masih hidup. Namun sebelum akhirnya bisa seperti sekarang, kehidupannya berbeda.

Hal ini diungkapkan saat Malih berbincang dengan Ustaz Fathulloh di chanel YouTube miliknya, Usfat Official. Di situ juga ia membandingkan perbedaan menjadi artis, khususnya komedian dulu dan kini.

"Pekerja seni sekarang enak banget, berangkat-berangkat pake mobil. Dulu jalan kaki. Memang kendaraannya nggak ada. Zaman dulu bedanya berangkat kumpul dulu di rumah pimpinan. Seperti kita ngikut alm H Bokir. Jam 10 kumpul, kalau telat ya ditinggal. Kalau sekarang bisa nyusul.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Komedi Sekarang

Gambar

Malih mengkritisi tentang bagaimana komedi masa kini ditunjukkan di televisi. Berbeda dengan dulu, komedi zaman sekarang banyak yang tidak natural alias dipaksa.

"Tertawa sekarang itu memang ada dua, ada yang benar-benar tertawa atau yang dipaksa. Sekarang yang terjadi misalnya live itu dipaksa. Bukan adegan (lucu) malah diketawain," ungkap Malih.

"Sebab kalau dipaksa orang bisa tau. Jadi lucu juga seadanya aja. Kalau pelawak sekarang kan biasanya pendidikan. Kalau pelawak alami dari rumah sudah mikir, gua mau ngeluarin candaan apa," lanjutnya.

2. Resep Bahagia

'Jangan dipaksa' ternyata sudah jadi resep penting bagi kehidupan Malih. Saat ditanya Usfat penampilannya yang tak jauh berubah dari dulu, Malih pun membocorkan pada publik.

"Resepnya jangan terlalu banyak mikir. Usaha itu kewajiban. Mau dapat mau nggak dapat jangan dipaksain. Kalau kita nggak berusaha ya salah juga. Kalau kita sudah usaha udah bismillah kalau Tuhan berkata lain ya sabar. Tapi kalau kita usaha setiap hari nggak ada, itu mustahil," jawabnya.

Editor:   Helmi Romadhon