Manohara Dicintai Anak-Anak Kurang Mampu

Anton  | 01 Mei 2009, 22:05 WIB
Kapanlagi.com - Daisy Fajarina mengatakan bahwa dirinya telah banyak mengalami hal-hal yang manis dan juga pahit, yang membuatnya tambah bijaksana. Dan di balik itu, ibunda Manohara Odelia Pinot itu makin menyadari bahwa cinta memiliki kekuatan yang luar biasa, melebihi hal-hal yang lain, termasuk materi.

"Banyak sekali suka dan duka yang saya alami, yang pada akhirnya saya sampai pada sikap selalu pasrah pada nasib, karena saya merasa sangat terobati jika, saya sudah pasrah padaNya. Intinya adalah rasa. Saya meninggalkan begitu banyak gelimang harta hanya karena rasa. Dan rasa inilah yang membuat saya tetap kuat untuk memperjuangkan nasib Manohara. Rasa cinta saya kepada anak yang memberi saya kekuatan. Apapun yang terjadi akan saya hadapi. Jadi, percayalah bahwa kekuatan cinta itu memang ada," ungkap Daisy di kediamannya di kawasan Jakarta Barat, Kamis (30/4).

Demikian juga antara Dewi Sari Asih dan Manohara, kata Daisy lebih lanjut, mereka punya rasa cinta satu sama lain, saling memiliki, saling menjaga.

"Yang membedakan mereka adalah soal disiplin terutama dalam soal belajar, Dewi lebih disiplin daripada Mano, tapi Mano memang punya kecerdasan lebih. Dia sekali baca langsung tahu, sampai pada titik dan koma. Mano cerdas dan dia bisa menguasai 3 bahasa, Spanish, France, dan Inggris dengan sangat baik, tidak little-little. Karena Mano sangat perfeksionis," tandasnya.

Daisy Fajarina terlahir pada 17 Desember 1965. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Andi Nurul dan H.A. Mustamin. Andi Nurul merupakan anak hasil pernikahan antara Puang Idda, anak dari Puang Padui - raja dari Cakke Enrekang Sulawesi Selatan, dengan P. Pettana Burung putra Andi Papang - anak raja di Sulle Batang di Kerajaan Luwuk yang bernama Opu Tosaleu.

Sementara ayah Daisy Fajarina, H.A. Mustamin adalah anak dari pasangan Puang H. Zainuddin - saudagar asal Bugis dan Puang Basse - putri Puang Warau istri dari Arungmallisetasi yang merupakan raja yang menguasai Barru, Pare-Pare, dan Pinrang.

Tercatat Daisy pernah menikah 3 kali, terakhir dia menjadi istri Reiner Pinot Noach. Sewaktu menikah, status Reiner adalah duda dan Daisy berstatus janda setelah cerai dari suami kedua, George Manz, ayah kandung Manohara. Itu mengapa Manohara memiliki dua kewarganegaraan, Amerika dan Indonesia.

Sementara nama Pinot di belakang Manohara adalah hasil adopsi Reiner. Selain Manohara, Daisy mempunyai satu putri lagi bernama Dewi Asih Sari, hasil pernikahannya dengan suami pertama.

Satu hal karakteristik Mano yang tidak dapat dilupakan Daisy, yakni sifat penyayang Mano terutama kepada anak-anak yang tidak beruntung. "Sungguh dia anak yang baik dan cerdas," tegas Daisy.

Salah satu sahabat Mano, Raditya Argoebie, membenarkan hal itu. "Kadang dia telepon aku jam 12 malam hanya pingin jalan ketemu dengan anak-anak kecil di Menteng, di situ semua anak panggil dia 'Mbak Mano'. Kalau ketemu dia peluk, diajak makan bareng, duduk bareng lesehan, pokoknya top dia. Jarang ada anak seusia Mano yang bisa begitu. Tapi Mano sifatnya lebih pemalu dan pendiam dibanding Dewi," pungkasnya.  (kpl/wwn/bun)

Editor:  

Anton