Manohara Tak Mau Buru-Buru Cari Pendamping

Anton | 15 Januari 2010, 23:45 WIB
Manohara Tak Mau Buru-Buru Cari Pendamping
Kapanlagi.com - Sejak lepas dari pelukan Tengku Fakhry, pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia, Manohara Odelia Pinot hingga kini masih belum juga memikirkan calon pengganti suaminya itu. Walau begitu, Mano mengaku masih mau membuka diri pada kaum pria, apalagi dirinya tergolong tomboy dan mudah dekat dengan mereka.

"Terbuka iya, tapi memang belum mau (cari pasangan) aja sekarang. Mano kebetulan tomboy, jadi banyak teman laki-laki. Jadi kalo dibilang trauma nggak, pokok kalo jodoh di tangan Tuhan," tegas Manohara saat ditemui di acara Solidaritas Artis dan Wartawan Hiburan, Malam Dana untuk Rodrigo Pasaribu di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (14/1).

Manohara tak mau terburu-buru cari pasangan hidup, karena ia ingin menjalani hidup apa adanya. Begitu pula soal sosok pria idamannya, ia hanya menginginkan seorang pasangan yang mengerti dirinya dan memahami keluarganya. Bahkan, Manohara pun tak peduli jika jodohnya nanti dari kalangan kerajaan lagi.

Sementara itu, Manohara juga sempat memberikan pendapatnya mengenai Artalyta Suryani alias Ayin, yang baru-baru ini membuat geger lembaga hukum tanah air, karena mendapatkan fasilitas mewah di Rutan Pondok Bambu, tempatnya menjalani hukuman.

"Buat Mano kalau dipenjara semua harus sama, tidak dibeda-bedakan, jangan diistimewakan. Masuk penjara bukan kaya masuk hotel. Mano gak setuju kalau masyarakat dengan pejabat dibedakan penjaranya. Jadi masuk penjara dan masa tahanannya kan tergantung perbuatannya. Tapi bukan diberi hotel," tandas Mano.

Dengan kondisi seperti itu tak akan memberikan efek jera bagi para pelanggar hukum, malah membuatnya 'betah' di penjara dan bisa jadi mengulang perbuatannya.

"Itu menurut Mano gak akan buat orang itu kapok, malah bikin orang betah di penjara. Mano prihatin dengan hukum di negara ini. Pemerintah harus berusaha merapihkan lagi. Mano prihatin lah, tidak ada keadilan lagi berarti," pungkasnya.   (kpl/hen/bun)

Editor:  

Anton