Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Mantan Supir Nindy Ayunda Masih Alami Trauma Setelah Alami Dugaan Penyekapan

Rabu, 27 Juli 2022 20:30 WIB
Mantan Supir Nindy Ayunda Masih Alami Trauma Setelah Alami Dugaan Penyekapan
Nindy © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kasus dugaan penyekapan yang diduga dilakukan Nindy Ayunda terhadap mantan sopirnya, Sulaeman masih bergulir di Polres Metro Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sulaeman, Fahmi Bachmid mengatakan, kliennya masih mengalami trauma setelah mengalami dugaan penyekapan yang dilakukan oleh Nindy.

"Sampai sekarang. Dia kalau bawa mobil kadang masih ketakutan," kata Fahmi Bachmid di Polres Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2022).

"Untuk memberikan (klien) saya perlindungan hukum. Sampai saat ini saya masih trauma dan ketakutan karena di samping penyekapan itu saya dapat pemukulan ditendang, dan kepala saya ditutup dengan kain hitam," tambah Fahmi.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Psikis Sulaeman Terpuruk

Gambar

Lebih lanjut, Fahmi menambahkan kondisi psikis Sulaeman juga terpuruk atas kejadian yang ia alami. Fahmi berharap dalam perkara ini, kliennya bisa mendapat keadilan.
 
"Harusnya ada pendampingan ya untuk menyembuhkan kondisi psikisnya dia. Semoga aja proses hukum terus berjalan sebagaimana mestinya, agar Sulaeman mendapat keadilan," kata Fahmi Bachmid

"Jadi yang bersangkutan kalau dibilang bahwa tidak ada penuntutan keluarga istri Sulaeman semua minta diproses. Dan saya serahkan sepenuhnya kepada penyidik," tambah Fahmi

2. Kasus Sulaeman vs Nindy

Diberitakan sebelumnya, Nindy diduga telah melakukan penyekapan terhadap mantan supir pribadinya, Sulaeman. Istri Sulaeman, Rini Diana lantas membuat laporan kepolisian atas dugaan tindakan tersebut.

Sulaeman dan Rini juga sudah dimintai keterangan atas kasus tersebut beberapa waktu lalu. Laporan Rini terhadap ibu dua anak itu, terdaftar dengan nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ dengan Pasal 333 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang.