Mario Lawalata Ungkap Pengalaman Terlibat Edukasi Pencegahan HIV

Ahmat Effendi | 04 Desember 2015, 09:10 WIB
Mario Lawalata Ungkap Pengalaman Terlibat Edukasi Pencegahan HIV

Kapanlagi.com - Penyakit HIV AIDS hingga saat ini masih belum ditemukan obatnya, meski ada cara untuk memperlambat pertumbuhan virus yang menggerogoti tubuh. Salah satu organisasi yang peduli tentang pencegahan dan penanganan HIV AIDS bahkan sempat menyebut ada artis yang mengidap penyakit tersebut, meski untuk nama dirahasiakan.

Di sisi lain, kepedulian dunia selebriti terhadap pencegahan HIV AIDS juga semakin besar. Para artis tersebut sadar memiliki pengaruh dalam mengubah pandangan masyarakat, dan mulai terlibat aksi sosial untuk melawan HIV AIDS. 

"Udah banyak ya sekarang yang mengedukasi. Saya pernah ikutan sama Temanteman.org yang edukasi tentang HIV. Kita disuruh tes. Saya tesnya di RS. Cipto Mangunkusumo waktu itu," ungkap Mario Lawalata ditemui di Exodus, Kuningan City, Jakarta Selatan,  pada (1/12).

Mario Lawalata tunjuk kepedulian kepada pencegahan HIV AIDS. ©KapanLagi.com/Agus ApriyantoMario Lawalata tunjuk kepedulian kepada pencegahan HIV AIDS. ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto

HIV AIDS bisa tertular melalui perilaku seks dan juga jarum suntik. Berbagai program untuk sosialisasi agar masyarakat sadar bahaya penyakit tersebut sudah digelar hingga ke pelosok daerah. Bagi Mario itu hal positif.

"(Sosialisasi) Ke daerah-daerah juga. Jadi jangan takut tes. Karena malahan bisa tau. Kalau nggak kena ya harus dijaga jangan sampai kena. Kalau iya kena kita tau cara pengobatannya. Udah banyak sekarang edukasinya," tuturnya.

Mario Lawalata sendiri mengaku tidak memiliki seorang teman yang ternyata mengidap HIV AIDS. Namun ia sempat bertemu dengan penderita dan ngobrol tentang penyakit tersebut. Baginya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut sangat tergantung dengan diri sendiri.

"Sekarang bagaimana kitanya sendiri gimana jalaninnya. Kita kan pasti tau yang mana baik dan yang nggak. Cegahnya gimana dan kalau kena jangan dimusuhin, jangan dikucilin. Karena kita kan udah tau nularnya gimana kalau nggak tau ya cari tau," tandasnya.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:   Nuzulur Rakhmah

Topik Terkait