Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Masih Jalani Pemeriksaan di Polresta Serang Kota, Nikita Mirzani Minta Dibawakan Cemilan

Tantri Dwi Rahmawati   | Jum'at, 22 Juli 2022 11:17 WIB
Masih Jalani Pemeriksaan di Polresta Serang Kota, Nikita Mirzani Minta Dibawakan Cemilan
Nikita Mirzani Minta Dibawakan Cemilan (Credit: instagram.com/nikitamirzanimawardi.17)

Kapanlagi.com - Artis Nikita Mirzani masih menjalani pemeriksaan di Polresta Serang Kota sejak dijemput paksa pada Kamis (21/7) di Mal Senayan City. Sekiranya pukul 10.20 WIB, sang asisten, Mail Syahputra datang untuk membawakan makanan yang dipesan ibu tiga anak itu.

"Ini, cemilan buat Nikita," ucap Mail saat ditemui di Polresta Serang Kota, Banten, Jawa Barat, Jumat (22/7).

Bukan makanan berat yang dibawa sang asisten, melainkan makanan ringan yang diminta mantan istri Sajad Ukra itu.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Cuma Permen

Gambar

"Nggak ada pesanan apa-apa sih, cuma Yupi-Yupian doang," kata Mail.

Selain itu, Mail datang dengan temannya yang juga membawa bungkusan. Terlihat isi dari bungkusan tersebut merupakan pakaian.

Penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota melakukan penangkapan paksa terhadap artis Nikita Mirzani pada Kamis (21/7) sekira pukul 14.50 WIB. Upaya tersebut dilakukan di lobi salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan Jakarta Pusat.

2. Anak Menangis Histeris

Penangkapan paksa ini dilakukan setelah artis sensasional tersebut mangkir menghadiri panggilan penyidik pada Rabu tanggal 6 Juli lalu. Sebagaimana diketahui, Nikita telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan pria bernama Dito Mahendra.

Upaya penangkapan paksa yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota menjadi sorotan netizen. Hal tersebut karena anak bungsu Nikita Mirzani bernama Arkana Mawardi yang berada di lokasi kejadian terdengar menangis.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga menjelaskan bila upaya penangkapan dilakukan secara persuasif dan mengedepankan peran dari Polwan. "Tidak ada kekerasan, penyidik bersikap humanis dan mengedepankan peran Polwan," ucap Shinto ditemui awak media.

Reporter:   Sahal Fadhli