Zoya Amirin: Popularitas, Penyebab Bian D Bagindas Pisah

Darmadi Sasongko | 18 Februari 2013, 18:11 WIB
Zoya Amirin: Popularitas, Penyebab Bian D Bagindas Pisah

Kapanlagi.com - Keretakan rumah tangga selebritis yang dipicu oleh tempat tinggal mereka yang terpisah atau berjauhan, bukan sekali dua kali terjadi. Terakhir terjadi pada vokalis D Bagindas, Bian.

Pria bernama lengkap Beni Riyanto itu digugat cerai istrinya, Samrotul Sa'diyah atau Diyah di Pengadilan Agama Malang, Jawa Timur. Belum diperoleh sebab pasti kisruh yang dialami pasangan satu anak ini.

Psikolog Zoya Amirin menduga, pemicu keretakan rumah tangga selebritis yang tidak berjauhan dipengaruhi oleh popularitas. Apalagi tidak ada pemahaman kedua belah pihak, mengenai kegiatan yang dilakoni masing-masing.

"Kayaknya popularitas (jadi penyebab). Misalnya sama-sama, tapi salah satu naik karirnya, sementara istri hanya mengurusi anak. Ditambah tidak ada pemahaman tentang itu. Sehingga membuat perbedaan kian luas. Dan itu salah satu faktor dinamika perceraian. Apalagi jika tingkat pendidikan berbeda drastis," urainya kepada KapanLagi.com®, Senin (18/2).

Bila terjadi demikian, untuk mempertahankan sebuah rumah tangga memang agak sulit. Apalagi perubahan zaman juga cepat berputar dengan segala tuntutannya. Sehingga menurut Zoya, agar masing-masing pasangan dapat mengimbangi.

"Ada layaknya bisa diimbangi dengan istri oleh suami. Maka akan lebih santai. Tapi kalau jarang diajak, yang ada hanya kompromi-kompromi. Perkembangan zaman kini jadi bagian rumah tangga. Jadi butuh perhatian satu sama lain," tuturnya lagi.

Soal komunikasi, untuk menjembatani antara pasangan yang tinggal beda kota juga dapat dilakukan. Namun, Zoya mempertanyakan kualitas pertemuan dan materi yang dibicarakan.

"Apakah punya quality time untuk mengerti kerjaan masing-masing? Apakah mau disesuaikan atau tidak? Kembali lagi pada para pihak. Nah, kalau saran saya, istri dibawa tour saja karena godaan pasti ada. Jadi untuk tahu sama-sama mengikuti dunia yang dikerjakan salah satu pasangan," pungkasnya. (kpl/dis/dar)

Editor:   Darmadi Sasongko