Mediasi Buntu, Lina Yunita Tak Mau David NOAH Bayar Utang dengan Mencicil

Wulan Noviarina Anggraini   | Selasa, 31 Agustus 2021 15:55 WIB
Mediasi Buntu, Lina Yunita Tak Mau David NOAH Bayar Utang dengan Mencicil
David NOAH © KapanLagi.com/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Polda Metro Jaya mengupayakan jalan damai untuk menyelesaikan perkara antara Lina Yunita selaku pelapor dengan terlapor David NOAH.
Sayang, mediasi tersebut berjalan buntu.
 
"Masih belum ketemu angka yang disepakati. Ya pokoknya ada angka yang belum ketemu, belum match, dari pihak kami juga ada pertimbangan dari pihak sana," kata Devi Waluyo, kuasa hukum Lina Yunita, di Polda Metro Jaya, Senin (30/8/2021).

Meski begitu, Polda Metro Jaya masih memberikan waktu kepada Lina Yunita dan  David untuk berpikir agar terjadi kesepakatan damai.

"Dikasih waktu sampai Jumat (3/8/2021). Dari kita menunggu sifatnya ya. Entah nanti bertemu atau komunikasi lewat telepon. Mudah mudahan Jumat itu bisa selesai, bisa terjadi perdamaian," kata Devi.

1. Mau Damai Asal Cash

Sementara itu, Lina Yunita yang hadir dalam mediasi tersebut mengatakan, perdamaian besar kemungkinan bisa saja terjadi. Asalkan David mau membayar utangnya dengan syarat tidak dicicil.

"(Kalau) Dicicil tidak mau. Iya lah (harus dibayar cash)," kata Lina Yunita.

Lina Yunita juga melalui kuasa hukumnya membantah jika David sudah pernah mencicil utangnya. "Enggak ada," kata Devi.

2. Kasus David NOAH

Seperti diketahui, kasus yang menimpa David berawal saat David dan kedua temannya meminta bantuan kepada Lina Yunita selaku pelapor untuk mendanai proyek pembangunan kapal di perusahaannya PT A pada 2019 senilai 1.150 miliar.

David dan kedua temannya menjanjikan untuk mengembalikan uang sekitar 3-6 bulan. Namun hingga batas waktu yang disepakati, David dan kedua temannya belum juga mengembalikan uang tersebut.

Alhasil David dan dua temannya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan terhadap David teregistrasi dengan Nomor: LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 5 Agustus 2021. David dan temannya dilaporkan dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP.

Reporter:   Dadan Deva