Mengenang Adi Kurdi, Anas Syahrul Alimi: Film 'TERIMA KASIH EMAK TERIMA KASIH ABAH' Bisa Menjadi Monumen untuk Abah

Jum'at, 08 Mei 2020 16:06 WIB
Mengenang Adi Kurdi, Anas Syahrul Alimi: Film 'TERIMA KASIH EMAK TERIMA KASIH ABAH' Bisa Menjadi Monumen untuk Abah

Kapanlagi.com - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka kehilangan sosok aktor terbaiknya. Adi Kurdi pemeran Abah di film TERIMA KASIH EMAK TERIMA KASIH ABAH (TETA) telah menutup usia pada hari Jumat (8/5) di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur.

Salah satu rekan sekaligus Produser Executive Film TETA, Anas Syahrul Alimi juga mengucapkan belasungkawa atas kepergian aktor senior tersebut. Ia mengaku sangat mengagumi sosok Adi Kurdi yang begitu sederhana dan bersahaja.

"Saya sangat terkesan dengan beliau. Seorang yang sederhana dan bersahaja, kawakan dan maestro. Setiap kali beliau ngobrol dengan saya, saya merasakan tidak ada bedanya dengan ketika berakting. Kalau syuting itu kayak ngobrol biasa saja. Itu dalam diri Abah sebagai maestro film Indonesia. Menurut saya, puncaknya aktor itu ketika dia tidak sedang berakting di depan kamera," ucap Anas Syahrul Alimi saat dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (8/5).

1 dari 2 halaman

1. Terakhir Berkomunikasi

Anas mengaku kalau pemeran Abah tersebut sempat tidak datang saat peluncuran poster film karena sakit. Namun ia mengaku kalau mereka masih bertukar kabar belum lama ini.

"(Terakhir kali komunikasi) Video call dua hari lalu, tapi Abah sudah nggak respon lagi, tapi ingin lihat saya meski tidak biasa. Saya sudah tahu Abah sakit sejak seminggu lalu, tapi keluarga minta supaya tidak keluar kabar itu. Saat itu Abah sempat pulang juga (dari rumah sakit) setelah baik. Nah, 3 hari lalu masuk dan kesehatannya menurun lagi," ucapnya.

Ia pun menambahkan kalau terakhir bertemu Adi Kurdi pada satu tahun yang lalu. Kala itu mereka telah menyelesaikan syuting film.

2 dari 2 halaman

2. Jadwal Film Mundur

Lebih lanjut, Anas mengatakan kalau jadwal film TERIMA KASIH EMAK TERIMA KASIH BAPAK yang awalnya tayang 16 April pada akhirnya akan mundur. Hingga kini ia masih menunggu jadwal terbaru dari bioskop.

"Yang mengejutkan adalah TETA ini film terakhirnya Abah, bisa menjadi monumen untuk Abah. Ini kehormatan buat kami karena ini karya terakhir Abah di film," ungkapnya.

Anas mengatakan kalau sosok Abah yang membuatnya terkesan adalah sosok yang bicara apa adanya layaknya seorang ayah kepada anak. Ia pun berencana untuk datang ke makam mendiang Adi Kurdi kalau PSBB sudah berakhir.

(kpl/all/lmp)