Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Menghilang, Mandala Shoji Jadi Buronan Kasus Pelanggaran Pemilu

Wulan Noviarina Anggraini   | Rabu, 30 Januari 2019 11:28 WIB
Menghilang, Mandala Shoji Jadi Buronan Kasus Pelanggaran Pemilu
Mandala Shoji ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, artis Mandala Shoji ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus pelanggaran pemilu. Badan Pengawas Pemilu menyatakan Mandala dan rekannya, Lucky Andriani bersalah karena membagikan undian umrah ketika mereka kampanye di Pasar Gembrong, Jakarta.

Untuk Mandala dan Lucky, hakim menetapkan hukuman tiga bulan penjara subsider satu bulan dan denda sebesar Rp 5 juta. Namun ternyata Mandala mangkir dari hukuman ini dan sekarang posisinya tidak diketahui alias menghilang.

Hal tersebut dibeberkan oleh Pitra Romadoni Nasution, kuasa hukum Lucky Andriani. Ketika menggelar konferensi pers di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (29/1) kemarin, Pitra mengungkap fakta yang mengejutkan ini.

1. Mandala Jadi Buronan

Gambar

Saat ini, Pitra tidak mengetahui di mana keberadaan mantan host acara Termehek-Mehek itu. Sementara Lucky Andriani sekarang sudah mendekam di dalam penjara untuk menjalani hukumannya.

"Kita enggak mau jadi buroban. Kita kooperatif, kita hadir. Mandala jadi buronan Kejari Jakarta Pusat. Mereka akan jemput paksa. Mereka saat ini sedang mencari Mandala Putra," ujar Pitra.

Sejauh ini, Pitra pun tidak berkomunikasi dengan pihak Mandala. Sehingga ia tidak tahu seperti apa kondisi dari presenter dan juga pemain sinetron yang mengajukan diri jadi caleg PAN tersebut.

2. Pengacara Lucky Sesalkan Mandala Ambil Pengacara Luar

Pitra pun menyayangkan sikap Mandala yang mengambil pengacara dari luar. Seharusnya, ketika menghadapi kasus seperti ini, Mandala meminta bantuan kepada internal partai.

"Kita tidak ada komunikasi. Kita bukan kuasa hukum Mandala. Kita kuasa hukum dari PAN DPD Jakarta Pusat. Ya itu yang kita sesalkan. Mandala Shoji ambil pengacara dari luar. Seharusnya dia itu internal, DPD," ujar Pitra.

Soal ancaman yang diterima oleh Lucky dari pihak-pihak luar mengenai masalah ini, Pitra mengaku mereka akan perang. Ia pun berharap semua pihak bisa bersikap dewasa menghadapi masalah ini.

Editor:   Wulan Noviarina Anggraini