Merasa Difitnah, Poppy Dharsono Tuntut Infotainment

Renata Angelica | 22 November 2012, 04:45 WIB
Merasa Difitnah, Poppy Dharsono Tuntut Infotainment

Kapanlagi.com - Anggota DPD asal Jawa Tengah yang juga desainer, Poppy Dharsono, melaporkan beberapa infotainment ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Sebelumnya, sejumlah infotainment memberitakan jika Poppy akan memindahkan makam Mensesneg Moerdiono dari Taman Makam Pahlawan Kalibata ke Malang Jawa Timur.

"Yang saya laporkan ke KPI yaitu pemberitaan yang dimuat Seleberita Pagi, Was-Was, Insert Siang, yang memberitakan bahwa saya akan memindahkan makam Pak Moer ke Batu. Itu tidak bener, dan saya tidak pernah ber-statement seperti itu," ujar Poppy saat dihubungi KapanLagi.com®, Rabu (21/11).

Poppy menambahkan, bila tayangan infotainment membuat berita tanpa fakta yang benar, hal tersebut dapat merugikan banyak masyarakat. "Iya, tayangan-tayangan tersebut sangat merugikan masyarakat luas, masyarakat seperti dibodoh-bodohi sama berita yang di luar konteksnya itu," tukasnya.

Sementara itu, adik kandung mendiang almarhum Moerdiono, Margono juga berpendapat bahwa tayangan di beberapa siaran infotainment memang tak benar. "Berita itu tidak benar mas, sangat mengada-ada berita itu," ujarnya.

Margono menjelaskan bahwa prasasti dan kuburan keluarga besar Sukomiharjo dibuat di Kota Batu tersebut karena niat baik Poppy Dharsono.

"Prasasti Om Nono dan kuburan keluarga itu dibuat karena niat baik Mbakyu Poppy, usulnya memang dari rekan Om Nono yang tinggal Bali, nama Pak Madi," tuturnya.

Margono menambahkan, keluarga besar Sukomiharjo dan Poppy Dharsono tidak pernah berniat memindahkan makam almarhum dari makam pahlawan Kalibata. Berita itu disebutnya disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga merupakan fitnah yang sangat keterlaluan.

"Semua keluarga besar Sukomiharjo, adik dan Mbakyu-Mbakyu saya sangat mendukung dibangunnya prasasti dan makam keluarga di Batu, kecuali Budi Santoso, anak durhaka yang sudah tidak diakui lagi sama kita," jelasnya. (kpl/adt/rea/sjw)

Editor:   Renata Angelica